Hukrim

Cegah Ancaman Deepfake dan Hoaks, Polres Tanjung Perak Bekali Siswa Surabaya Literasi 4 Pilar AI

×

Cegah Ancaman Deepfake dan Hoaks, Polres Tanjung Perak Bekali Siswa Surabaya Literasi 4 Pilar AI

Sebarkan artikel ini
polres tanjung perak
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Polres Pelabuhan Tanjung Perak gelar sosialisasi Paham AI TOT di SMA Barunawati Surabaya guna tangkal hoaks dan ancaman deepfake.
  • Pelajar dibekali 4 pilar utama pemanfaatan AI: cerdas prompt, etis secara akademik, aman data pribadi (UU PDP), serta kritis metode 5C.
  • Siswa diajak mendeklarasikan komitmen ‘Pelajar Presisi’ untuk menjaga ruang siber tetap kondusif dan memutus rantai konten palsu.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Laju perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kian pesat menuntut generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif, melainkan mampu mengidentifikasi berbagai risiko di balik pemanfaatannya. Menyikapi fenomena tersebut, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak mengambil langkah preventif dengan turun langsung ke institusi pendidikan guna mengedukasi para pelajar.

Edukasi literasi digital ini diwujudkan melalui agenda pemaparan program Paham AI Trainer of Training (TOT) yang diselenggarakan di SMA Barunawati, Surabaya. Pelatihan ini secara khusus menyasar pelajar tingkat SMA/SMK sederajat agar memiliki kecakapan komprehensif dalam mengoperasikan teknologi AI secara cerdas, etis, aman, dan berdaya kritis di ruang digital.

Sinergi Kepolisian dan Sekolah: Tanamkan 4 Pilar Pemanfaatan AI

Pelaksanaan kegiatan edukasi di SMA Barunawati dipimpin langsung oleh jajaran personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak, antara lain Aiptu Asep, Brigadir Muchtiya, Brigadir Amalia, Bripda Hilman, serta Bripda Reza.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan pada hakikatnya merupakan instrumen inovatif yang membawa banyak kemanfaatan apabila dikelola secara tepat. Namun, tanpa fondasi etika dan pemikiran kritis, teknologi ini sangat rentan disalahgunakan.

“Memahami bahwa kecerdasan buatan adalah alat yang sangat berdaya guna jika berada di tangan pengguna yang tepat,” tutur Suroto.

Baca Juga  Hadapi Kemarau, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Siram Lahan Jagung untuk Jaga Ketahanan Pangan

Lebih lanjut, Iptu Suroto menjabarkan terdapat 4 pilar utama yang wajib dipedomani oleh generasi muda dalam berinteraksi dengan ekosistem AI:

  • Cerdas: Mampu mengoperasikan teknologi secara teknis serta memahami rekayasa instruksi (prompt engineering) secara optimal.
  • Etis: Menjaga integritas dan kejujuran akademik melalui kerangka pemanfaatan yang bijak dalam proses belajar.
  • Aman: Melindungi kerahasiaan data pribadi sesuai dengan kaidah regulasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
  • Kritis: Memiliki daya saring tinggi terhadap manipulasi informasi, konten rekayasa digital (deepfake), dan berita bohong menggunakan metode 5C.

Antisipasi Deepfake: Filter Informasi Sebelum Berbagi

Iptu Suroto menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan menyaring konten di tengah derasnya arus digitalisasi. Pasalnya, kemudahan teknologi generatif AI saat ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memproduksi konten palsu, memanipulasi audio-visual, hingga merekayasa narasi hoaks.

Para pelajar diimbau untuk selalu melakukan verifikasi faktual dan menahan diri agar tidak tergesa-gesa mendistribusikan konten yang belum teruji kebenarannya di media sosial.

“Ingatlah selalu bahwa satu share tanpa cek sama dengan satu hoaks menyebar,” tegas Suroto mengingatkan.

Sikap kritis dan kecakapan digital siswa dinilai sebagai benteng pertahanan lini pertama dalam mencegah paparan kejahatan siber, baik untuk membentengi diri sendiri, lingkungan keluarga, maupun komunitas sekolah.

Deklarasi ‘Pelajar Presisi’ Kawal Ruang Siber Bersih

Sebagai puncak agenda sosialisasi Paham AI, para siswa di SMA Barunawati diajak mendeklarasikan komitmen bersama sebagai Pelajar Presisi. Ikrar ini diarahkan agar nilai-nilai literasi teknologi tidak sekadar dipahami secara teoretis di dalam ruang kelas, melainkan diterapkan secara konsisten dalam interaksi daring sehari-hari.

Melalui komitmen ini, generasi muda diharapkan proaktif menjadi garda depan dalam menciptakan ruang siber yang sehat, aman, dan kondusif.

Baca Juga  Polsek Bae Kudus Gerebek Praktik Judi Sabung Ayam di Desa Panjang, Belasan Motor Disita

“Menjadi pelajar yang cerdas teknologi, menjunjung tinggi integritas dan kejujuran akademik, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta aktif memutus rantai penyebaran hoaks,” pungkas Iptu Suroto.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *