Jogja

Pemkot Kembangkan Potensi Wilayah Lewat Festival Babad Siti Kemantren

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Pemkot Kembangkan Potensi Wilayah Lewat Festival Babad Siti Kemantren

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA, JATIM MANDIRI – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Babad Siti Kemantren secara serentak di 14 kemantren pada 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi wilayah sekaligus memperkuat pelestarian sejarah dan budaya di Kota Yogyakarta.

Festival yang memasuki tahun keempat itu tidak hanya menjadi agenda kebudayaan, tetapi juga diarahkan sebagai ruang kolaborasi untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan Festival Babad Siti Kemantren terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Memasuki tahun keempat, Babad Siti Kemantren tidak hanya diarahkan sebagai agenda pelestarian kebudayaan, tetapi juga sebagai ruang membangun kolaborasi dan mengembangkan potensi wilayah,” kata Yetti di Yogyakarta, Minggu (30/8/2026).

Menurut dia, festival yang digelar dalam rangkaian Peringatan Hari Keistimewaan Yogyakarta tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui pendekatan pentahelix. Unsur yang terlibat meliputi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas budaya, serta lembaga pendidikan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat narasi sejarah dan budaya yang ada di setiap kemantren. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mengenal sejarah wilayahnya, tetapi juga dapat melihat berbagai potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung perekonomian.

Yetti mengatakan penguatan cerita sejarah dan budaya dapat membuka ruang baru bagi masyarakat untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi lokal. Potensi tersebut dapat diarahkan menjadi daya tarik ekonomi kreatif, pengembangan produk lokal, kemitraan usaha, hingga kegiatan wisata berbasis pengalaman.

“Dengan demikian, Babad Siti Kemantren 2026 tidak hanya mengajak masyarakat mengenang masa lalu, tetapi menjadikan sejarah dan budaya sebagai pijakan untuk membangun masa depan wilayah yang lebih mandiri, berdaya saing, dan tetap berakar pada identitas sejarahnya,” ujarnya.

Baca Juga  Kulon Progo Siaga Hadapi El Nino, 300 Personel Disiapkan Antisipasi Karhutla

Ia mengatakan Kota Yogyakarta memiliki karakter yang beragam karena setiap kemantren mempunyai sejarah, tradisi, cerita rakyat, serta warisan budaya yang berbeda. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari identitas kota.

“Setiap wilayah memiliki karakter dan cerita yang berbeda, sekaligus menjadi bagian dari mozaik kebudayaan Kota Yogyakarta,” katanya.

Melalui festival tersebut, masyarakat diajak melihat Kota Yogyakarta melalui 14 wilayah dengan kekhasan masing-masing. Setiap kemantren memiliki cerita yang tumbuh dari sejarah dan tradisi yang masih dilestarikan masyarakat hingga saat ini.

Yetti mengatakan narasi sejarah dan budaya tersebut kemudian dikemas dengan pendekatan storytelling agar lebih mudah dipahami dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Melalui Babad Siti Kemantren, kami ingin memperkuat narasi sejarah dan budaya di setiap wilayah sekaligus mengemasnya melalui storytelling yang menarik dan komunikatif, sehingga sejarah menjadi lebih hidup dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Yogyakarta berharap Festival Babad Siti Kemantren tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi mampu mendorong masyarakat untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing. Dengan kolaborasi berbagai pihak, sejarah dan budaya diharapkan dapat menjadi modal untuk membangun wilayah yang lebih mandiri tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *