YOGYAKARTA, JATIM MANDIRI – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mempersiapkan penerapan full pedestrian di kawasan Malioboro. Kebijakan yang ditargetkan mulai diterapkan pada November 2026 itu diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendongkrak kunjungan pariwisata di DIY.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto mengatakan, penerapan kawasan Malioboro sebagai area pejalan kaki menjadi salah satu langkah untuk semakin menarik wisatawan datang ke Yogyakarta.
“Ya tentunya pedestrian di Malioboro itu menjadi salah satu upaya untuk menarik wisatawan ke DIY, sehingga lebih ramai lagi wisatawan di Malioboro,” kata Eling di Yogyakarta, Senin (31/8/2026).
Penerapan full pedestrian tersebut tidak langsung dilakukan selama 24 jam. Pada tahap awal, pembatasan kendaraan bermotor akan diberlakukan selama 13 jam setiap hari. Skema tersebut disiapkan sebagai masa penyesuaian sebelum kawasan Malioboro sepenuhnya menjadi ruang bagi pejalan kaki.
Pemda DIY bersama Pemerintah Kota Yogyakarta juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebijakan tersebut tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga tetap memperhatikan aktivitas pelaku usaha di sekitar Malioboro.
“Tentunya kita akan memberikan kenyamanan-kenyamanan terkait rencana pedestrian per November itu, kami dari Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan teman-teman Kota Yogyakarta dan dengan pihak-pihak terkait lainnya,” ujar Eling.
Menurutnya, persiapan dilakukan agar penerapan full pedestrian tidak menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan Malioboro.
Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah penataan 10 jalan penghubung atau jalan sirip di sekitar koridor Malioboro. Kendaraan masih diperbolehkan melintas di jalan-jalan tersebut dengan sistem dua arah, tetapi tidak diperkenankan menerobos masuk ke koridor utama Malioboro.
Uji coba penataan jalan sirip tersebut terus dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap arus lalu lintas maupun kenyamanan wisatawan.
“Saat ini kan sudah diterapkan juga uji coba penerapan penataan sirip-sirip di Jalan Malioboro, yang tentunya itu dalam beberapa hari ke depan akan terus dikaji bagaimana dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas kenyamanan para wisatawan,” katanya.
Eling berharap penerapan full pedestrian nantinya dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun kunjungan wisatawan.
Ia menegaskan, penataan kawasan Malioboro merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya tarik pariwisata DIY. Dengan kawasan yang lebih nyaman bagi pejalan kaki, Malioboro diharapkan semakin ramai dikunjungi wisatawan.
“Dan tentunya hal tersebut semata-mata agar meningkatkan bagaimana pariwisata di DIY lebih meningkat,” kata Eling.












