Jogja

Kulon Progo Siaga Hadapi El Nino, 300 Personel Disiapkan Antisipasi Karhutla

×

Kulon Progo Siaga Hadapi El Nino, 300 Personel Disiapkan Antisipasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KULON PROGO, Jatim Mandiri – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino berkepanjangan. Bersama TNI, Polri dan instansi terkait, pemerintah daerah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, krisis air bersih hingga gangguan ketahanan pangan.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan jajaran Forkopimda telah menggelar apel bersama untuk memastikan kesiapan menghadapi dampak kekeringan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Hari ini kita berkumpul bersama jajaran TNI, Polri, dan lintas sektor untuk menyikapi El Nino yang berkepanjangan. Apel ini untuk menunjukkan kesiapsiagaan bersama dalam menjamin keamanan, kenyamanan, serta menanggulangi karhutla,” kata Ambar di Kulon Progo, Senin (10/8/2026).

Pemkab Kulon Progo telah berkoordinasi dengan BPBD, BMKG dan Tim SAR. Pemerintah daerah juga telah menerbitkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan.

“Kami telah menerbitkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan,” ujarnya.

Meski menghadapi ancaman El Nino, Ambar mengatakan kondisi ketahanan pangan dan sistem irigasi di Kulon Progo masih relatif aman. Sejumlah wilayah, khususnya bagian utara, masih memasuki masa panen dan sebagian lainnya masih dapat melakukan musim tanam.

“Alhamdulillah ketahanan pangan saat ini relatif aman. Di beberapa wilayah, khususnya bagian utara, masih ada yang memasuki musim panen dan sebagian masih bisa melakukan musim tanam. Kami berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan,” katanya.

Untuk mengatasi krisis air bersih dalam jangka pendek, Forkopimda telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak. Sedangkan untuk jangka panjang, Pemkab Kulon Progo menggalakkan program reboisasi, terutama di wilayah pegunungan utara.

Wilayah yang menjadi sasaran reboisasi antara lain Kecamatan Kokap, Samigaluh, Kalibawang dan Girimulyo.

“Penanganan jangka panjangnya adalah reboisasi, terutama di wilayah pegunungan utara seperti Kecamatan Kokap, Samigaluh, Kalibawang, dan Girimulyo. Harapannya 5 hingga 20 tahun ke depan anak cucu kita dapat merasakan manfaatnya dan Kulon Progo tidak lagi kekurangan air,” ujar Ambar.

Baca Juga  Bawaslu Yogyakarta Minta KPU Perketat SIPOL untuk Cegah Pencatutan Nama Warga

Sementara itu, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat mengatakan Polri menyiagakan 300 personel terlatih di tingkat polres hingga polsek untuk mengantisipasi karhutla.

“Peralatan dan SDM sudah kami latih dan siapkan. Selain tindakan antisipasi, kami juga masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena penyebab kebakaran sering kali bermula dari kelalaian atau aktivitas warga yang tak terduga,” kata Ridho.

Menurut Ridho, kawasan pegunungan Bukit Menoreh menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran lahan. Sebelumnya, kebakaran sempat terjadi di wilayah Nanggulan, namun berhasil dipadamkan dengan cepat.

Ridho mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi musim kering membuat percikan api sekecil apa pun berpotensi memicu kebakaran lahan yang lebih luas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Hindari membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar secara besar-besaran. Di musim kering ini, percikan api sekecil apa pun dapat memicu kebakaran lahan yang luas,” imbau Ridho.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *