TEMANGGUNG, JATIM MANDIRI – Harga tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada musim panen tahun ini relatif cukup baik. Harga tembakau grade E di wilayah Lamuk bahkan telah menembus Rp350 ribu per kilogram, sedangkan grade C dan D berada pada kisaran Rp65 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani tembakau. Meski demikian, pasar masih menunggu kepastian serapan dari sejumlah pabrikan, termasuk perusahaan besar seperti PT Djarum.
“Informasi yang kami terima di lapangan, Djarum berencana mengupayakan penyerapan hasil panen tembakau tahun ini secara maksimal,” kata Agus di Temanggung, Senin (31/8/2026).
Menurut dia, penyerapan tembakau tetap akan mengikuti ketentuan dan kriteria yang ditetapkan masing-masing pabrik. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan karena hasil garapan petani belum tentu sesuai dengan standar bahan baku yang dibutuhkan pabrikan.
Sejumlah kriteria terkait kualitas tembakau sebenarnya telah disampaikan kepada petani. Namun, belum seluruh petani dapat mengakses informasi tersebut secara optimal. Ada pula petani yang sudah mengetahui standar pabrikan, tetapi dalam praktiknya belum sepenuhnya mengikuti arahan tersebut.
Meski demikian, Agus menilai peluang penyerapan tembakau pada tahun ini masih cukup besar. Terlebih, tembakau yang ditanam menggunakan varietas Jawa dan memenuhi kriteria yang dibutuhkan pabrikan dinilai memiliki peluang lebih baik untuk terserap.
Salah satu kriteria yang menjadi perhatian adalah terkait campuran gula yang dapat dikurangi bahkan diupayakan hingga nol.
Sejumlah pabrik yang dipastikan melakukan pembelian tembakau Temanggung tahun ini antara lain PT Djarum, Wismilak, Sukun, Noyorono, Gadjah Baru, Ares, serta beberapa pabrikan golongan III lainnya.
Pergerakan pembelian juga mulai terlihat di sejumlah daerah. Dalam satu lokasi perajangan tembakau, seorang perajang bahkan bisa menjadi incaran beberapa pedagang tembakau.
Menurut Agus, kondisi tersebut menunjukkan permintaan terhadap tembakau masih cukup tinggi. Karena itu, peluang agar penyerapan tembakau tahun ini berlangsung maksimal masih terbuka.
Ia berharap pabrikan tetap konsisten memberikan harga terbaik sehingga petani memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panen mereka.
Di sisi lain, Agus mengingatkan kualitas tembakau tidak hanya ditentukan saat panen. Kualitas bahan baku merupakan hasil dari rangkaian proses yang saling berkaitan, mulai dari pengolahan tanah, pemilihan dan penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga panen dan pengolahan tembakau.
“Artinya, persoalan kualitas tidak bisa hanya dibebankan kepada salah satu pihak. Seluruh tahapan produksi memiliki keterkaitan dalam menentukan kualitas bahan baku yang dihasilkan,” ujarnya.
Agus menyebut bahan baku tembakau yang dihasilkan petani Temanggung tahun ini secara umum cukup baik dan berkualitas. Namun, tantangan masih terdapat pada tahap pengolahan.
Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengolahan mencapai ribuan orang. Kondisi tersebut membuat proses pengolahan tembakau tidak selalu dilakukan dengan cara yang sama sehingga tetap membutuhkan perhatian untuk menjaga kualitas hasil akhir.
Dengan harga yang mulai menunjukkan tren positif dan sejumlah pabrikan telah memastikan pembelian, petani Temanggung diharapkan dapat memperoleh hasil yang lebih baik pada musim panen tahun ini.












