Jogja

BPBD Gunungkidul Salurkan 2,4 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

×

BPBD Gunungkidul Salurkan 2,4 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA, JATIM MANDIRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga Selasa (25/8/2026), sekitar 2,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, bantuan air bersih tersebut telah didistribusikan sebanyak 452 rit atau setara dengan 2.496.000 liter air.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 452 rit atau setara dengan 2.496.000 liter,” kata Purwono di Gunungkidul, Selasa.

Menurutnya, Kapanewon Tepus menjadi wilayah dengan distribusi air bersih paling tinggi. Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan 176 rit atau sekitar 968.000 liter air ke wilayah tersebut.

Distribusi air di Kapanewon Tepus antara lain menyasar Kalurahan Giripanggung sebanyak 40 rit atau 220.000 liter, Purwodadi sebanyak 36 rit atau 192.000 liter, serta Sidoharjo sebanyak delapan rit atau 44.000 liter.

Sementara itu, Kapanewon Rongkop menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbanyak kedua. Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 112 rit atau 632.000 liter.

Bantuan tersebut diberikan ke Kalurahan Semugih sebanyak 104 rit atau 592.000 liter. Kemudian Kalurahan Petir mendapat empat rit atau 20.000 liter dan Kalurahan Bohol sebanyak empat rit atau 20.000 liter.

“Memang dua wilayah paling terdampak itu Kapanewon Tepus dan Rongkop,” ujar Purwono.

Selain Tepus dan Rongkop, kekeringan juga melanda sejumlah wilayah lainnya. BPBD Gunungkidul mencatat Kapanewon Panggang telah menerima 44 rit, Saptosari 32 rit, Ngawen 24 rit, Semin 20 rit, Wonosari 16 rit, Girisubo 16 rit, Ponjong delapan rit, dan Purwosari empat rit.

“Kalau totalnya ada 16 kapanewon yang terdampak,” katanya.

Baca Juga  Dinkes Sleman Intensifkan Skrining Gangguan Mental Anak Sekolah

BPBD Gunungkidul memperkirakan kondisi kekeringan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, distribusi air bersih dipastikan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Purwono memastikan stok air bersih masih dalam kondisi aman. Penyaluran atau dropping air diperkirakan akan terus berlangsung hingga November 2026.

“Stok air bersih aman, perkiraan dropping sampai November,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kebutuhan dasar warga selama musim kekeringan. Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat apabila kebutuhan air bersih semakin meningkat.

Dengan distribusi yang terus dilakukan, BPBD Gunungkidul berupaya memastikan warga di wilayah rawan kekeringan tetap mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari hingga kondisi kembali normal.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *