Jogja

Gerakan Reresik Sekolah Perkuat Budaya Hidup Bersih Pelajar di Kota Yogyakarta

×

Gerakan Reresik Sekolah Perkuat Budaya Hidup Bersih Pelajar di Kota Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jatimmandiri.idGerakan Reresik Sekolah menjadi penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak para pelajar membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini sebagai bagian dari penguatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Ratusan siswa dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA terlihat membersihkan kawasan sekolah dan ruang publik di sepanjang Jalan Cik Di Tiro, Kecamatan Gondokusuman, Jumat (17/7). Berbekal sapu dan serok, mereka memungut sampah di trotoar, saluran air, hingga fasilitas umum dengan didampingi guru, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, mengatakan kawasan Jalan Cik Di Tiro dipilih karena menjadi salah satu pusat aktivitas pendidikan di Kota Yogyakarta. Dalam radius sekitar 800 meter terdapat 11 satuan pendidikan yang ikut terlibat dalam Gerakan Reresik Sekolah, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat menjangkau lebih banyak peserta.

Menurut Mugi, aksi bersih-bersih tersebut bukan sekadar menjadi penutup MPLS, tetapi juga bagian dari komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta membangun lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat. Semangat menjaga kebersihan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, melainkan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan para pelajar di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Ia menambahkan, Gerakan Reresik Sekolah juga menjadi sarana membentuk karakter peserta didik. Selain belajar menjaga kebersihan, para siswa diajak menumbuhkan sikap disiplin, gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar melalui aksi nyata.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menilai keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi kunci untuk membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.

Baca Juga  BMKG Ingatkan Warga Waspada Hujan Lebat, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat Saat Puncak Musim Hujan

“Ketika sekolah, pemerintah, pemuda, dan masyarakat bergerak bersama, lingkungan yang bersih dan nyaman akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Pemkot Yogyakarta berharap Gerakan Reresik Sekolah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya sehari-hari. Dengan demikian, semangat menjaga kebersihan tidak hanya mendukung Gerakan Indonesia ASRI, tetapi juga memperkuat citra Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan, Kota Budaya, sekaligus kota yang nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *