Pendidikan

Unitomo Kembangkan KarirPedia Berbasis AI untuk Hubungkan Lulusan dengan Dunia Kerja

Penulis: RedaksiEditor: Eko Yudiono
×

Unitomo Kembangkan KarirPedia Berbasis AI untuk Hubungkan Lulusan dengan Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Tim peneliti Universitas Dr. Soetomo menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Dr. Yovan Iristian, S.H., M.H., atas kontribusinya sebagai narasumber dalam FGD penelitian RIIM BRIN Karirpedia.
Example 468x60

Surabaya, jatimmandiri.id– Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya terus mengembangkan KarirPedia, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Inovasi tersebut diharapkan mampu mengatasi kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri. Pengembangan KarirPedia mendapat dukungan pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam rangkaian penelitian tahun kedua, tim peneliti Unitomo menggelar Focus Group Discussion (FGD) I bertema “Validasi Teknis dan Pengujian Prototipe AI Career Development Center (AI-CDC)”.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Ruang Soemantri, Gedung A, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya.

Penelitian ini dipimpin Dr. Meithiana Indrasari, S.T., S.M., M.M., dengan judul “Integrasi Manajemen Sumber Daya Manusia dan AI-Based Career Readiness Model dalam Optimalisasi Sebaran Lulusan Perguruan Tinggi pada Dunia Usaha dan Dunia Industri”.

KarirPedia dirancang tidak sekadar menjadi portal informasi lowongan pekerjaan. Lebih dari itu, platform ini dikembangkan sebagai sistem pendukung pengembangan dan kesiapan karier mahasiswa maupun lulusan perguruan tinggi.

Sejumlah fitur unggulan disiapkan, di antaranya analisis curriculum vitae (CV), simulasi wawancara kerja berbasis AI, pemetaan kesenjangan keterampilan (skill gap), serta rekomendasi kecocokan pekerjaan (job matching).

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengetahui kompetensi yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi keterampilan yang masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan industri.

“Orientasi penelitian kami adalah menghadirkan sistem yang dapat dimanfaatkan secara nyata. Lulusan perlu mengetahui kesiapan dirinya, perguruan tinggi membutuhkan informasi tentang kesenjangan kompetensi, sementara dunia industri memerlukan calon tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan,” jelas Meithiana.

Baca Juga  UIN Jakarta Apresiasi Penguatan Pendidikan Era Prabowo-Gibran

Menurutnya, KarirPedia diharapkan menjadi jembatan berbasis data yang menghubungkan kebutuhan mahasiswa dan lulusan, perguruan tinggi, serta dunia industri.

Hasil asesmen platform ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi pencari kerja. Data yang diperoleh juga berpotensi menjadi bahan evaluasi perguruan tinggi dalam menyusun kurikulum, meningkatkan layanan pusat karier, mengembangkan program pelatihan, hingga memperkuat kerja sama dengan dunia industri.

Lima Narasumber Berikan Masukan Pengembangan KarirPedia

Untuk menyempurnakan pengembangan KarirPedia, FGD menghadirkan lima narasumber dari berbagai bidang keahlian. Mulai dari praktisi koperasi, penjaminan mutu pendidikan tinggi, hukum, pengembangan talenta digital, hingga komunikasi digital.

Narasumber pertama, Muhaimin Nur Rizqi, S.E., Manager Koperasi Desa Merah Putih Blongsong, Kecamatan Baureno, menyampaikan perspektif mengenai kebutuhan kompetensi dan peluang kerja dalam pengembangan ekonomi desa.

Menurut perspektif praktisi tersebut, KarirPedia perlu mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja yang lebih luas. Tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga membuka ruang bagi peluang kerja dan pengembangan usaha di sektor koperasi serta ekonomi lokal.

Selanjutnya, Dr. Muh Barid Nizarudin Wajdi, M.A., Ketua LPM STAI Miftahul Ula, memberikan masukan dari sisi penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Ia menegaskan bahwa kesiapan kerja seseorang tidak cukup diukur berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK) maupun satu skor hasil analisis AI.

Penilaian kesiapan karier perlu mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kompetensi teknis, portofolio, pengalaman magang, keterlibatan dalam proyek, kemampuan komunikasi, kerja sama, adaptasi, serta sikap dan etika kerja.

Ia juga menyarankan agar hasil penilaian disajikan berdasarkan indikator yang jelas dan mudah dipahami pengguna. Selain itu, proses asesmen perlu melibatkan dosen atau konselor karier serta divalidasi menggunakan data penelusuran alumni (tracer study).

Dengan demikian, KarirPedia dapat dikembangkan menjadi instrumen pendukung penjaminan mutu perguruan tinggi, bukan hanya alat untuk menilai kesiapan individu memasuki dunia kerja.

Baca Juga  Survei ZipRecruiter: Jurnalisme Hingga Pendidikan Jadi Jurusan Paling Disesali Lulusan

Perlindungan Data dan Transparansi AI Jadi Perhatian

Aspek perlindungan data dan keamanan sistem menjadi perhatian Dr. Yovan Iristian, S.H., M.H., Perancang Peraturan Perundang-undangan dari Kementerian Hukum RI.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), termasuk kejelasan dasar pemrosesan data, keamanan sistem, transparansi algoritma, dan akuntabilitas pengelolaan informasi.

Selain itu, pengembangan KarirPedia harus memperhatikan potensi bias serta diskriminasi dalam sistem rekomendasi karier berbasis AI.

Sejumlah langkah yang direkomendasikan meliputi penyusunan prosedur pengelolaan dan akses data, pengujian keamanan sistem, evaluasi keadilan algoritma, serta pelaksanaan audit secara berkala sebelum platform diterapkan secara lebih luas.

Sementara itu, Bagus Winarko, S.Kom., M.T., Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Surabaya, Kementerian Komunikasi dan Digital, memberikan masukan terkait pengembangan kompetensi digital dan kecerdasan buatan.

Ia menyoroti pentingnya penyesuaian kompetensi tenaga kerja dengan perkembangan teknologi dan transformasi dunia industri.

Karena itu, hasil pemetaan kesenjangan keterampilan dalam KarirPedia diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui rekomendasi peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling).

Langkah tersebut penting agar mahasiswa dan lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan serta perkembangan industri.

Dari perspektif komunikasi digital, Dr. Anam Miftakhul Huda, S.I.Kom., M.I.Kom., Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menekankan pentingnya pengalaman pengguna (user experience) dalam pengembangan platform.

Menurutnya, KarirPedia harus memiliki tampilan yang sederhana dan mudah digunakan, informasi yang jelas serta konsisten, dan rekomendasi yang dapat diverifikasi.

Transparansi penggunaan teknologi AI juga perlu diperhatikan. Pengguna harus memahami bagaimana sistem bekerja dan memperoleh dukungan dari tenaga manusia apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Pengujian dan evaluasi secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar platform tersebut benar-benar mudah dipahami, dipercaya, dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun lulusan perguruan tinggi.

Baca Juga  Festival Literasi Purbalingga 2026 Fokus Olah Bacaan Jadi Karya Produktif

Melalui penelitian yang didukung pendanaan RIIM BRIN–LPDP tersebut, Unitomo berharap KarirPedia dapat berkembang menjadi inovasi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesiapan kerja lulusan.

Pengembangan platform ini sekaligus diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kompetensi, memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri, serta membantu menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja.

Dengan pendekatan berbasis data dan dukungan kecerdasan buatan, KarirPedia diharapkan menjadi salah satu solusi dalam membangun ekosistem pengembangan karier yang lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *