Pendidikan

National Leadership Academy Tekankan Kompetensi dan Nilai Pemuda

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

National Leadership Academy Tekankan Kompetensi dan Nilai Pemuda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Pengusaha nasional Mazz Reza Pranata menyoroti pentingnya kompetensi dan nilai-nilai bagi generasi muda dalam National Leadership Academy 2026. Bekal tersebut dinilai membantu anak muda beradaptasi, menciptakan peluang, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa, terutama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Reza menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH). Acara berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertanian, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/10). Dalam pemaparannya, ia membahas keahlian masa depan yang penting dikuasai anak muda.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Reza merujuk pada berbagai tren dan data World Bank saat menjelaskan sejumlah kemampuan yang dibutuhkan generasi muda. Keahlian tersebut meliputi kemampuan digital dan teknologi, kreativitas dan inovasi, kewirausahaan dan bisnis, kepemimpinan, serta berpikir kritis. Rangkaian kemampuan itu menjadi bagian dari persiapan anak muda menghadapi perubahan.

Kemampuan tersebut juga dinilai dapat mendukung anak muda untuk mengambil peran dalam pembangunan. Reza mengingatkan mereka agar tidak hanya mengikuti arus, tetapi mempersiapkan diri dengan kompetensi, keberanian berinovasi, dan kemampuan memimpin.

“Anak muda hari ini harus menyadari bahwa perubahan terjadi begitu cepat. Kita tidak cukup hanya menjadi penonton atau sekadar mengikuti arus perubahan. Kita harus mempersiapkan diri dengan kompetensi, keberanian berinovasi, dan kemampuan memimpin agar mampu mengambil peran strategis dalam masa depan Indonesia,” ungkap Reza.

Selain keahlian, Reza menekankan nilai-nilai sebagai fondasi generasi muda dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, perkembangan teknologi dan kompetisi yang semakin dinamis membuat nilai-nilai yang dipegang seseorang berperan sebagai pembeda sekaligus penuntun dalam menentukan tindakan dan pengabdian.

Ia menyampaikan, nilai-nilai tersebut dapat menjadi kompas agar anak muda tidak kehilangan arah ketika menghadapi perubahan. Nilai juga memastikan kemampuan yang dimiliki digunakan untuk membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Karena itu, kecakapan perlu berjalan bersama karakter dan pegangan yang kuat.

Baca Juga  Cetak Quattrick, Dindik Jatim Buka Suara Rahasia Sukses Juara Umum LKS Nasional

“Anak muda Hidayatullah harus memiliki values (nilai-nilai) yang kuat. Keahlian dan kecakapan memang penting, tetapi nilai-nilai itulah yang membuat kita berbeda dengan orang lain,” ucap Reza. Pesan tersebut menempatkan kompetensi dan nilai sebagai unsur yang saling melengkapi dalam persiapan generasi muda.

Melalui materi tersebut, peserta National Leadership Academy 2026 diharapkan semakin memahami pentingnya mempersiapkan diri sebagai generasi pemimpin. Mereka diharapkan memiliki kompetensi, mampu beradaptasi, berkarakter, dan mengambil peran nyata dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan bersatu.

Pemaparan Reza menghubungkan penguasaan keahlian masa depan dengan kontribusi anak muda bagi bangsa. Kemampuan digital dan teknologi, kreativitas dan inovasi, kewirausahaan dan bisnis, kepemimpinan, serta berpikir kritis menjadi bekal yang ia uraikan dengan merujuk tren dan data World Bank. Nilai-nilai yang kuat menjadi penuntun agar kemampuan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa. Persiapan itu diarahkan agar generasi muda dapat beradaptasi, menciptakan peluang, dan berkontribusi dalam pembangunan, termasuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *