Edu-Life & SportKota BesarPendidikan

Sapa Pelajar Surabaya, Reni Astuti Ingatkan Keterbatasan Ekonomi Bukan Halangan Meraih Cita-Cita

Penulis: Alif Bintang
×

Sapa Pelajar Surabaya, Reni Astuti Ingatkan Keterbatasan Ekonomi Bukan Halangan Meraih Cita-Cita

Sebarkan artikel ini
Momen Reni Astuti berinteraksi dengan siswa tentang pentingnya menjaga Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id — Tekad kuat untuk merajut masa depan gemilang tidak boleh surut hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga. Pesan penting tersebut disuarakan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, saat mengkampanyekan pentingnya pembentukan karakter lewat Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di hadapan para pelajar SDN Keputih 1, SDN Medokan Ayu 1, dan SMPN 23 Surabaya pada Selasa (27/102026).

Di tengah kunjungan kerjanya pada masa reses ini, Reni menekankan bahwa fondasi utama dalam mencetak generasi unggul dimulai dari kedisiplinan dan pembiasaan positif sehari-hari.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ia mengajak para siswa untuk konsisten mengamalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

“Gerakan 7 kebiasaan ini adalah fondasi dasar karakter yang harus kita bangun sejak dini. Ketika anak-anak terbiasa disiplin, menjaga kesehatan, rajin beribadah, dan gemar belajar, maka ikhtiar mereka dalam menjemput cita-cita besar akan jauh lebih kokoh,” ujar Reni.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak kalah penting dibandingkan pencapaian akademis semata.

Reni menilai bahwa rangkaian kebiasaan positif tersebut bukan sekadar rutinitas harian, melainkan instrumen penting agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Lebih lanjut, politisi tersebut mengingatkan agar kondisi ekonomi keluarga tidak pernah dijadikan alasan bagi seorang anak untuk merasa minder atau berhenti bermimpi.

Setiap pelajar, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi dan bercita-cita menjadi dokter, insinyur, guru, maupun ilmuwan.

Dalam kunjungan tersebut, ia turut mendorong para siswa menjadikan kampus-kampus unggulan di Kota Pahlawan seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) sebagai motivasi nyata untuk terus berprestasi.

Baca Juga  DPR RI Upayakan Biaya Haji Lebih Terjangkau

“Saya berharap anak-anak yang rumahnya berdekatan dengan kampus-kampus negeri maupun PTS terbaik yang ada di Surabaya itu tidak hanya menjadi penonton, tetapi bagaimana kemudian mereka benar-benar tertarik untuk mewujudkan berkuliah di sana. Karena itu, mulai sekarang harus lebih giat dan disiplin dalam menuntut ilmu,” dorong Reni.

Reni juga mengingatkan bahwa komitmen pemerataan pendidikan harus terus dikawal secara berkelanjutan, termasuk melalui optimalisasi akses informasi program bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi keluarga yang membutuhkan.

Melalui sinergi pembentukan karakter dan dukungan fasilitas yang tepat sasaran, ia optimistis anak-anak Surabaya mampu tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, tangguh, dan siap memimpin masa depan bangsa.

“Masa depan anak-anak kita tidak boleh dibatasi oleh tebal atau tipisnya dompet orang tua. Tugas kita bersama, baik orang tua, sekolah, maupun pemerintah, adalah memastikan akses dan jalan menuju pendidikan tinggi itu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau berjuang,” tandas politisi PKS ini.

Sementara itu, Kepala SMPN 23 Surabaya Mas’ulah mengapresiasi keberpihakan Reni Astuti terhadap dunia pendidikan di Surabaya.

Menurut dia, kedatangan politisi Senayan tersebut ke sekolahnya sangat mendongkrak semangat belajar para siswa.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan Bu Reni ke sekolah kami. Anak-anak sangat antusias dan termotivasi. Juga aspirasi para guru maupun siswa yang diutarakan beberapa di antaranya telah terealiasi. Semoga dengan adanya kunjungan ini, para siswa semakin giat dalam belajar,” tuntas Mas’ulah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *