Pendidikan

UIN Jakarta Apresiasi Penguatan Pendidikan Era Prabowo-Gibran

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

UIN Jakarta Apresiasi Penguatan Pendidikan Era Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Anggota Dewan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, mengapresiasi komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat pendidikan nasional. Apresiasi itu disampaikan dalam momentum dua tahun pemerintahan, pada Sabtu (17/10). Tahun tidak disebutkan dalam keterangan.

Tholabi menilai komitmen tersebut tercermin melalui alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun pada 2026. Program yang turut disebut meliputi revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan. Menurutnya, upaya itu perlu menghasilkan peningkatan kualitas yang dapat dirasakan di seluruh ekosistem pendidikan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Saya mengapresiasi komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan nasional, sebagaimana tercermin dalam alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun pada 2026, serta program revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan perluasan akses pendidikan,” katanya.

Tholabi menekankan, besarnya investasi pendidikan perlu bermuara pada peningkatan mutu pembelajaran. Ia juga menyebut kesejahteraan guru dan dosen, produktivitas riset, serta daya saing perguruan tinggi sebagai bagian penting dari hasil yang perlu diperhatikan. Aspek-aspek tersebut, menurutnya, berhubungan dengan keberlanjutan pembangunan pendidikan.

“Dari perspektif akademik, investasi tersebut perlu bermuara pada peningkatan mutu pembelajaran, kesejahteraan guru dan dosen, produktivitas riset, serta daya saing perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia berharap momentum dua tahun pemerintahan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola pendidikan. Tata kelola yang diharapkan, menurut Tholabi, harus akuntabel, berbasis bukti, dan berorientasi pada keunggulan. Ia juga menekankan tujuan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

“Saya berharap momentum dua tahun pemerintahan ini semakin memperkuat tata kelola pendidikan yang akuntabel, berbasis bukti, dan berorientasi pada keunggulan, demi mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa,” katanya.

Baca Juga  Puluhan Siswa SMAN 3 Nganjuk Tumbang, Diduga Keracunan Makanan MBG

Guru Besar bidang Pendidikan Teknik Vokasional Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Drs. Ir. Ganefri, turut menyoroti pemerataan akses pendidikan. Ia menilai program pemerintah perlu dirasakan anak-anak dari beragam latar belakang sosial dan wilayah, termasuk mereka yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan perhatian nyata pada pendidikan melalui perbaikan sekolah, penguatan pembelajaran digital, serta perluasan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah 3T,” jelas Ganefri.

Ganefri menyampaikan perluasan akses perlu disertai lingkungan belajar yang layak dan pemanfaatan teknologi yang memadai. Kedua hal tersebut dinilai penting agar anak-anak di berbagai pelosok memiliki kesempatan setara untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Ia mengapresiasi upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia.

“Kita mengapresiasi ikhtiar ini agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan hak akses pendidikan, dapat belajar dengan layak dan meraih cita-citanya,” kata dia.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *