Pendidikan

Chicha Koeswoyo Kawal Bantuan Tebus Ijazah Warga Prasejahtera

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Chicha Koeswoyo Kawal Bantuan Tebus Ijazah Warga Prasejahtera

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri – Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Chicha Koeswoyo menegaskan komitmennya mengawal realisasi bantuan penebusan ijazah bagi warga prasejahtera. Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang tertahan mengambil ijazah karena terkendala biaya, agar dokumen itu dapat digunakan untuk mengakses peluang kerja dan meningkatkan taraf hidup.

Chicha menyampaikan komitmen tersebut di Jakarta, Jumat (30/10). Menurut dia, pendampingan diperlukan supaya bantuan pendidikan yang disediakan pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Ia menilai persoalan biaya mengambil ijazah dapat menghambat warga dalam memenuhi persyaratan untuk melamar pekerjaan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Ijazah bukan sekadar selembar kertas, tetapi sebuah harapan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Advokasi terkait program ini perlu dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kurang mampu,” kata Chicha dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menyebut bantuan penebusan ijazah sebagai salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Chicha menekankan pentingnya mengawal pelaksanaan program tersebut agar warga yang menghadapi kendala biaya dapat memperoleh pendampingan.

Chicha mengungkapkan dirinya menerima banyak permohonan dari warga yang kesulitan membayar biaya pengambilan ijazah. Permohonan itu menunjukkan adanya kebutuhan pendampingan bagi warga yang belum dapat mengambil dokumen pendidikan mereka. Ia menyatakan kendala tersebut tidak semestinya menghambat kesempatan warga memperoleh pekerjaan.

Ijazah, menurut Chicha, merupakan dokumen penting untuk memenuhi persyaratan melamar pekerjaan. Karena itu, bantuan penebusan ijazah berkaitan dengan upaya membuka akses warga prasejahtera terhadap peluang kerja. Pendampingan menjadi bagian dari upaya memastikan warga yang terkendala biaya dapat memanfaatkan program bantuan yang tersedia.

Selain mengawal bantuan penebusan ijazah, Chicha meminta pemerintah daerah memperluas jangkauan bantuan pendidikan. Ia menyoroti perlunya pengembangan program sekolah swasta gratis agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga. Perluasan tersebut, menurut dia, perlu berjalan seiring dengan dukungan pendidikan yang sudah tersedia.

Baca Juga  Gebrakan Pendidikan Sidoarjo: Dorong Digitalisasi Kelas hingga Perkuat Kepemimpinan Perempuan

“Bantuan pendidikan di Jakarta juga sudah cukup beragam, meliputi berbagai jenjang pendidikan, baik swasta maupun negeri. Ke depan, bantuan pendidikan ini harus diperluas jangkauannya, khususnya perluasan sekolah swasta gratis,” ujar Chicha.

Chicha menyebut bantuan penebusan ijazah dapat direalisasikan melalui kolaborasi dengan lembaga pengelola zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya. Ia menilai kerja sama tersebut menjadi salah satu cara untuk mendukung warga kurang mampu yang memerlukan bantuan biaya mengambil ijazah.

“Kolaborasi dengan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting dalam merealisasikan bantuan tebus ijazah agar dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” pungkas Chicha. Ia menegaskan kolaborasi dengan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta memiliki peran dalam merealisasikan bantuan bagi warga. Pengawalan program dan pendampingan warga diperlukan agar bantuan penebusan ijazah dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan, sejalan dengan perluasan jangkauan bantuan pendidikan di Jakarta.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *