Edu-Life & Sport

Malam Seni Pererat Persahabatan Indonesia-Maroko

×

Malam Seni Pererat Persahabatan Indonesia-Maroko

Sebarkan artikel ini
Penampilan Melodies of Al-Andalus yang menyuguhkan musik tradisional Maroko di acara Malam Seni Indonesia- Maroko. Foto: ANT
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Diplomasi budaya kembali menjadi jembatan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Maroko. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Kerajaan Maroko menggelar Malam Seni Indonesia-Maroko bertajuk Menjembatani Peradaban Indonesia-Maroko di Aula Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (28/07/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menyajikan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan musisi kedua negara. Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia dan Maroko memperkuat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang kebudayaan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan hubungan Indonesia dan Maroko telah terbangun sejak lama melalui pertukaran pengetahuan, tradisi, dan nilai-nilai budaya. Menurutnya, seni menjadi media efektif untuk memperkuat diplomasi di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Di tengah lanskap geopolitik yang semakin kompleks, diplomasi kebudayaan menjadi salah satu bentuk soft power yang paling efektif. Kebudayaan menciptakan ruang dialog ketika perbedaan hadir, membangun saling percaya, memperkuat hubungan antarmasyarakat, serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, industri budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujar Fadli Zon.

Ia menambahkan, kolaborasi musik tradisional Indonesia dan Maroko membuktikan bahwa dua tradisi berbeda mampu berpadu harmonis tanpa kehilangan identitas masing-masing. Menurutnya, seni merupakan bahasa universal yang dapat melampaui batas negara sekaligus memperkuat dialog antarperadaban.

“Saya berharap Malam Seni Indonesia-Maroko menjadi awal bagi kerja sama yang semakin luas antara kedua negara melalui pertukaran seniman, pelestarian warisan budaya, kolaborasi film dan musik, riset akademik, pendidikan, serta pengembangan industri budaya dan ekonomi kreatif,” tambahnya.

Senada dengan itu, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, menyebut kebudayaan sebagai jembatan paling kuat dalam membangun hubungan antarmasyarakat. Menurutnya, pertemuan para musisi di satu panggung mencerminkan semangat persahabatan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Maroko.

Baca Juga  Antusiasme Masyarakat Ambon Meriahkan Nobar Piala Dunia 2026 di Cafe Senang Hati

“Melalui pertunjukan budaya ini, kami berharap masyarakat Indonesia dapat mengenal sebagian dari jiwa dan warisan budaya Maroko, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Maroko, khususnya di bidang seni dan kebudayaan,” katanya.

Malam Seni Indonesia-Maroko menghadirkan beragam pertunjukan yang merepresentasikan kekayaan budaya kedua negara. Acara dibuka dengan pembacaan puisi “Oleh Tanjung” karya Taufiq Ismail oleh Peri Sandi Huizche, dilanjutkan penampilan grup musik Muara yang membawakan lagu-lagu tradisional Nusantara menggunakan alat musik khas seperti Sape Dayak, Kendang Jaipong, Tambur Padang, dan Kong Ah Yan Betawi.

Suasana kemudian berlanjut dengan penampilan Melodies of Al-Andalus yang menyuguhkan musik tradisional Maroko. Puncak acara ditandai kolaborasi musisi Indonesia dan Maroko yang membawakan lagu-lagu tradisional kedua negara sebagai simbol persahabatan, dialog budaya, dan komitmen memperkuat hubungan bilateral melalui seni.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Budaya Anindita Kusuma Listya, Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Nissa Rengganis, serta jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan.

Melalui penyelenggaraan Malam Seni Indonesia-Maroko, Kementerian Kebudayaan berharap diplomasi budaya terus berkembang sebagai sarana mempererat hubungan kedua negara sekaligus menghadirkan lebih banyak kolaborasi seni yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Maroko.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *