Jatim

Festival Mangrove Jatim Ke-10 di Tuban: Gubernur Khofifah Bareng Kaka Slank dan Bupati Lindra ‘Nandur’ Cemara Udang

×

Festival Mangrove Jatim Ke-10 di Tuban: Gubernur Khofifah Bareng Kaka Slank dan Bupati Lindra ‘Nandur’ Cemara Udang

Sebarkan artikel ini
Festival Mangrove Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kaka Slank dan Bupati Tuban Lindra
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kaka Slank dan Bupati Tuban Lindra menggelar aksi ‘nandur’ vegetasi asosiasi mangrove pada Festival Mangrove Jatim ke-10 di Pantai Panduri, Tuban.

  • Khofifah menegaskan komitmen Jatim sebagai leading province (pemilik 47,85% luasan mangrove di Pulau Jawa) guna mendorong Indonesia menjadi leading country konservasi mangrove dunia.

  • Festival diwarnai peresmian Pantai Panduri sebagai destinasi wisata edukasi mangrove, penanaman 700 bibit tanaman, pelepasan 100 ekor burung perkutut, dan penyerahan penghargaan lingkungan.

Tuban, Jatimmandiri.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Jawa Timur untuk terus menjadi leading province dalam pelestarian ekosistem mangrove demi mendukung Indonesia sebagai leading country konservasi mangrove dunia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 di Pantai Panduri, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Festival berlangsung semarak dengan aksi nandur (menanam) vegetasi asosiasi mangrove berupa cemara udang dan pandan laut bersama musisi sekaligus pegiat lingkungan Akhadi Wira Satriaji (Kaka Slank), Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta ratusan peserta festival.

Gubernur Khofifah memaparkan bahwa Indonesia menguasai sekitar 3,45 juta hektare kawasan mangrove atau sekitar 23 persen dari total luasan dunia. Di tingkat regional, Jawa Timur mencatatkan luasan sebesar 31.067 hektare pada 2025 (naik 3.846 hektare dari tahun 2021) dan berkontribusi sebesar 47,85 persen dari total mangrove di Pulau Jawa.

“Indonesia memiliki mangrove terbesar di dunia, yakni 23 persen dari total mangrove dunia. Karena itu, Jawa Timur siap menjadi leading province dalam pelestarian mangrove yang mendorong Indonesia menjadi leading country. Inisiatif pelestarian harus lahir dari kita sehingga Indonesia dapat menjadi role model dunia,” ujar Gubernur Khofifah, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga  Ketua Komisi E DPRD Jatim Minta BPBD Fasilitasi Kongres 3 Tahunan Relawan Bencana

Peresmian Wisata Edukasi Pantai Panduri dan Pendekatan Ekologi

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah meresmikan Pantai Panduri sebagai destinasi wisata edukasi mangrove melalui penandatanganan prasasti bersama Kepala Dinas Kehutanan Jatim Jumadi, Bupati Tuban Lindra, Staf Ahli KLH Hanifah Dwi Nirwana, serta Dirjen PDASRH Kementerian Kehutanan Dyah Murtiningsih.

Aksi kelestarian di Pantai Panduri:

  • Penanaman & Pelepasan Satwa: Menanam 700 bibit vegetasi asosiasi mangrove (cemara udang dan pandan laut) serta melepasliarkan 100 ekor burung perkutut.

  • Rehabilitasi Berbasis Ekologi: Penanganan pesisir disesuaikan dengan karakteristik ekologi wilayah guna mencegah abrasi sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi warga.

  • Penghargaan Lingkungan: Khofifah menyerahkan penghargaan kepada 21 individu, Pemda, perusahaan (seperti TPPI & Pertamina Patra Niaga Tuban), serta pegiat lingkungan Ali Mansyur.

“Hampir 30-40 persen mata pencaharian masyarakat kami adalah nelayan. Mangrove bukan hanya mencegah abrasi, tetapi mampu menyerap karbon dioksida, menghadirkan ekosistem baru bagi ikan, bahkan bisa dimanfaatkan menjadi tepung dan kopi,” ungkap Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky.

Apresiasi juga disampaikan Dirjen PDASRH Kementerian Kehutanan, Dyah Murtiningsih, yang mencatat kolaborasi Kemenhut bersama Pemprov Jatim dan para mitra telah berhasil merehabilitasi 1.643 hektare kawasan mangrove di Jawa Timur.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *