Edu-Life & Sport

Pelajar Italia Belajar Tari, Budaya Lokal Naik Kelas

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Pelajar Italia Belajar Tari, Budaya Lokal Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Talita, siswi dari Italia, sedang berlatih menari, ia mengaku bangga dapat mempelajari budaya Indonesia
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Tari tradisional menjadi pintu bagi Talita Faccioli, siswi asal Italia, untuk mengenal lebih dekat budaya Indonesia selama mengikuti program pertukaran pelajar selama satu tahun di SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya.

Siswi State High School Enrico Medi Italia itu memilih Indonesia karena tertarik dengan cerita positif tentang masyarakat dan kehidupan di Tanah Air. Selama di Surabaya, ia tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga masuk ke lingkungan seni tradisional.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Saya memilih Indonesia karena selalu mendengar hal baik tentang negara ini dan masyarakatnya,” kata Talita, Rabu (30/9).

Penempatan Talita di SMATAG Surabaya berasal dari rekomendasi keluarganya. Adaptasi menjadi pengalaman tersendiri karena kondisi sekolah berbeda dengan tempat asalnya. Di Italia, jumlah siswa dalam satu kelas sekitar 20 orang, sedangkan di SMATAG hampir mencapai 40 siswa.

Perbedaan bahasa sempat menjadi kendala dalam komunikasi. Namun, teman-teman sekolah membantunya menerjemahkan percakapan sehingga interaksi tetap berjalan.

“Meski tidak selalu saling memahami, kami tetap berusaha berkomunikasi. Mereka sangat baik, ramah, dan membantu,” tuturnya.

Perpindahan dari kota kecil di Italia ke Surabaya juga membuat Talita menemukan banyak pengalaman baru. Salah satunya perubahan suasana aktivitas harian karena waktu matahari terbenam yang lebih awal.

“Segala aktivitas di sini terasa berlangsung lebih cepat karena matahari terbenam sangat awal, sekitar pukul lima sore,” ujarnya.

Di tengah proses adaptasi, Talita justru memilih mendalami kesenian daerah. Ia bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler untuk mempelajari gerakan tari sekaligus mengenal irama musik tradisional secara langsung.

“Saya sangat ingin bergabung karena ingin mengenal budaya lokal lebih dekat, termasuk tari dan musik tradisional,” katanya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi menjadi bagian dari diplomasi budaya dan ekonomi kreatif. Ketika budaya dikenalkan melalui pengalaman langsung, peluang memperkenalkan produk turunannya ikut terbuka, mulai dari busana tari, kain, aksesori, kerajinan, hingga produk UMKM berbasis budaya.

Baca Juga  Saling Lempar Tanggung Jawab, Penanganan Kasus Penganiayaan di Polsek Semampir Jalan di Tempat

Bagi pelaku ekonomi kreatif, keterhubungan antara seni, pendidikan, dan pariwisata dapat menjadi ruang promosi yang memperluas pasar. Budaya lokal yang dikemas sebagai pengalaman juga berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat internasional.

Talita berharap pengalaman selama di Surabaya menjadi cerita yang dapat dibagikan ketika kembali ke Italia.

“Saya berharap bisa membuat pertemanan yang bertahan seumur hidup serta mempelajari budaya dan bahasa Indonesia,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *