Edu-Life & Sport

Revitalisasi Sekolah Jadi Pengungkit Ekonomi Lokal

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Revitalisasi Sekolah Jadi Pengungkit Ekonomi Lokal

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menghadiri kegiatan Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (26/9/2026).
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah menyiapkan empat fondasi untuk memperkuat layanan pendidikan nasional, mulai dari revitalisasi sarana, peningkatan kualitas guru, penguatan karakter, hingga regulasi. Program tersebut tidak hanya diarahkan memperbaiki mutu pembelajaran, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pelibatan tenaga dan pelaku usaha lokal.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan empat fondasi tersebut mencakup infrastruktur fisik melalui revitalisasi dan digitalisasi, infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kualitas pendidik, infrastruktur budaya melalui pendidikan karakter, serta infrastruktur regulasi untuk mendukung pendidikan bermutu.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pada 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 71.744 satuan pendidikan pada 2026 melalui dukungan tambahan anggaran dan APBN.

Revitalisasi dilaksanakan dengan mekanisme swakelola. Selain dinilai lebih efisien dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, mekanisme tersebut membuka ruang keterlibatan masyarakat sekitar.

Menurut Abdul Mu’ti, pelibatan masyarakat membuat program revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi ikut menciptakan aktivitas ekonomi di sekitar sekolah. Prioritas 2026 diberikan kepada sekolah terdampak bencana, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta satuan pendidikan dengan kerusakan berat.

“Saya ingin mengajak semua kita untuk mendukung program ini. Jangan ada yang mengganggu program ini untuk kepentingan pribadi,” ujar Abdul Mu’ti seperti dikutip dari Antara.

Selain pembangunan fisik, pemerintah memperluas digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), laptop, materi pembelajaran, serta pelatihan bagi guru. Pada 2026, setiap satuan pendidikan ditargetkan memperoleh tiga perangkat IFP.

Investasi tersebut diarahkan meningkatkan kemampuan guru memanfaatkan teknologi sekaligus membuat proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga  Separuh Lebih Lulusan K3 Unusa Sudah Bekerja

Khusus Jawa Timur, revitalisasi 2026 mencakup 248 SMA, 307 SMK, dan 121 SLB, termasuk sekolah di wilayah 3T.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya menyasar perbaikan sarana fisik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik bagi warga sekolah,” kata Abdul Mu’ti.

Dengan skala revitalisasi yang besar, belanja pendidikan diharapkan sekaligus memberi efek ekonomi di tingkat lokal dan memperkuat fondasi kualitas SDM daerah.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *