Edu-Life & Sport

Kemenbud Terbitkan 5 Buku:Sejarah Indonesia Tak Lagi Sekadar Hafalan

Penulis: AyundaEditor: Ayunda
×

Kemenbud Terbitkan 5 Buku:Sejarah Indonesia Tak Lagi Sekadar Hafalan

Sebarkan artikel ini
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam konferensi pers peluncuran buku sejarah di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Sejarah Indonesia tidak lagi ditempatkan semata sebagai rangkaian tanggal dan peristiwa yang harus dihafalkan. Kementerian Kebudayaan RI memperkenalkan pendekatan baru melalui seri buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang disusun untuk menempatkan Indonesia sebagai subjek utama dalam perjalanan sejarahnya.

Sebanyak lima jilid buku tersebut resmi diluncurkan di Jakarta, Senin (31/8). Seri ini menjadi bagian dari proyek sejarah Indonesia yang secara keseluruhan akan terdiri atas 11 jilid. Enam jilid berikutnya dijadwalkan menyusul pada September 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penyusunan buku tersebut merupakan jawaban atas gagasan panjang dari kalangan sejarawan dan berbagai organisasi untuk menghadirkan karya sejarah nasional yang komprehensif.

“Karya menunjukkan ini menjadi jawaban atas inspirasi panjang terutama para sejarawan dan organisasi menghadirkan penutup akhiran secara nasional, secara kompetensi,” ujar Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Menurut dia, seri sejarah tersebut dirancang untuk menggeser cara pandang terhadap sejarah. Pemahaman sejarah diharapkan tidak berhenti pada hafalan tanggal, tetapi menjadi sarana membangun kemampuan berpikir kritis dan memahami hak-hak masyarakat.

“Buku ini menempatkan Indonesia sebagai subyek aktif, Indonesia setris, Indonesia perspektif, bukan kolonial perspektif,” tegasnya.

Dalam proses penyusunannya, Kementerian Kebudayaan mengaku tidak melakukan intervensi terhadap materi substansi yang ditulis para penulis. Kementerian lebih berperan sebagai konsultator terkait substansi, ideologi, dan narasi, sementara pengembangan materi diserahkan kepada tim penulis.

“Sejak awal proses penyusunan, Kementerian Kebudayaan secara konsisten menempatkan diri sebagai konsultator substansi, ideologi, dan narasi untuk diserahkan kepada para sejarah. Secara independen kepada tim penulis untuk menjaga kreativitas, kebebasan akademik, dan prinsip. Dan seharusnya jelas, negara juga bertugas untuk menjamin warga, pencarian, pekerjaan, pengayaan, pengaman sejarah,” katanya.

Baca Juga  Kesha Ratuliu Dicibir Soal Liburan dan Rumah

Karya tersebut melibatkan 123 penulis dari berbagai disiplin ilmu, antara lain sejarawan, arkeolog, filolog, epigraf, serta peneliti. Mereka berasal dari 34 universitas dan 11 lembaga nonperguruan tinggi.

Lima jilid yang telah diluncurkan mengulas perjalanan sejarah Nusantara dari berbagai sisi. Jilid pertama berjudul Akar Peradaban Nusantara, sedangkan jilid kedua Nusantara dalam Jaringan Global.

Jilid ketiga mengangkat tema Nusantara Dalam Jaringan Global: Timur Tengah. Selanjutnya, jilid keempat berjudul Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi, serta jilid kelima Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial.

Fadli mengatakan proses pengerjaan seri buku tersebut membutuhkan waktu cukup panjang. Kendalanya bukan hanya berkaitan dengan penyusunan materi teks, tetapi juga persoalan hak cipta foto yang digunakan sebagai pelengkap, proses penyuntingan, hingga desain dan tata letak.

Setelah diluncurkan, masyarakat sudah dapat mengakses buku tersebut secara digital melalui laman pustakabudaya.id. Akses terbuka itu diharapkan memungkinkan masyarakat Indonesia di berbagai daerah memanfaatkan buku tersebut sekaligus menjadikannya rujukan untuk berbagai penelitian.

Selain memperluas akses, Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan langkah pengamanan terhadap naskah digital. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan, termasuk manipulasi maupun peretasan terhadap naskah sejarah yang telah dipublikasikan.

Dengan lima jilid pertama yang kini tersedia dan enam jilid tambahan yang akan diluncurkan pada September, seri Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global diharapkan menjadi salah satu rujukan baru dalam memahami perjalanan Indonesia dengan sudut pandang yang berpusat pada pengalaman dan perspektif Nusantara.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edu-Life & Sport

Jakarta, Jatimmandiri.id – Persoalan renovasi rumah yang kembali dihadapi beauty influencer Tasya Farasya menjadi perhatian warganet. Di tengah proses perbaikan…