Jogja

Gunungkidul Kembangkan Sawah Terpal, Solusi Bertani di Tengah Keterbatasan Air

×

Gunungkidul Kembangkan Sawah Terpal, Solusi Bertani di Tengah Keterbatasan Air

Sebarkan artikel ini
Demonstrasi pembuatan sawah terpal bersama kelompok tani di Gunungkidul.
Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto meninjau demonstrasi pembuatan sawah terpal bersama kelompok tani di Kapanewon Rongkop sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian.
Example 468x60

Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai mengenalkan inovasi sawah terpal kepada para petani sebagai salah satu solusi menghadapi keterbatasan lahan dan ketersediaan air di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian, khususnya saat musim kemarau.

Sosialisasi dilakukan bersama Kelompok Tani Mawarsari di Padukuhan Gandu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop. Dalam kegiatan itu, petani diperkenalkan dua inovasi sekaligus, yakni pembuatan pupuk kompos organik dan demonstrasi pembuatan sawah terpal.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengatakan kondisi geografis Gunungkidul yang didominasi kawasan karst membuat ketersediaan air menjadi tantangan utama bagi sektor pertanian. Karena itu, diperlukan inovasi yang dapat membantu petani tetap bercocok tanam meski pasokan air terbatas.

Sawah terpal dinilai mampu menjadi alternatif karena media tanam tersebut dapat menahan air lebih lama dibandingkan lahan biasa. Dengan demikian, kebutuhan air tanaman menjadi lebih efisien sehingga cocok diterapkan di wilayah yang kerap mengalami kekeringan.

Selain mengenalkan teknologi budidaya, pemerintah daerah juga mendorong petani memanfaatkan pupuk organik hasil produksi sendiri. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus memperbaiki kualitas tanah dalam jangka panjang.

Pemkab Gunungkidul berharap inovasi ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Kelompok tani didorong mulai menerapkan metode tersebut di lahan pertanian mereka agar manfaatnya bisa dirasakan secara langsung.

Pemerintah juga akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani agar penerapan sawah terpal dapat berjalan optimal, mulai dari proses pembuatan hingga teknik budidaya tanaman.

Melalui inovasi tersebut, sektor pertanian Gunungkidul diharapkan semakin adaptif menghadapi perubahan iklim dan mampu menjaga produktivitas meski berada di wilayah dengan sumber daya air yang terbatas.

Example 300250
Baca Juga  Pesta Babi dan Jeritan Hutan Papua: Menggugat Investasi di Atas Tanah Adat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *