Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Proyek pembangunan Rumah Pompa Lippo di Jalan Raya Jati, Sidoarjo, terus menunjukkan grafik positif di tengah sorotan publik.
Peninjauan lapangan terbaru berhasil meluruskan berbagai spekulasi mengenai spesifikasi teknis material yang digunakan oleh kontraktor pelaksana.
Berdasarkan pengecekan langsung di lokasi, proyek infrastruktur penanggulangan banjir ini dipastikan tidak menggunakan material sirtu (pasir batu).
Sebagai gantinya, pihak pelaksana memanfaatkan kombinasi pasir Lumajang murni dan pasir pasang yang dinilai memiliki karakteristik, tingkat kepadatan, serta kualitas struktur yang jauh lebih unggul untuk fondasi pengurukan bangunan air.
Fakta teknis ini sekaligus memupus anggapan miring yang sempat mencuat pascainspeksi mendadak (sidak) oleh Bupati Sidoarjo Subandi beberapa waktu lalu.
Di saat bersamaan, akselerasi pembangunan di lapangan mencatatkan hasil gemilang.
Kontraktor pelaksana dari CV Alaric Karya melaporkan bahwa progres fisik saat ini telah menyentuh angka 36 persen.
Artinya, berhasil mencatatkan surplus 12 persen dari target perencanaan awal.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan terus mengawal ketat seluruh tahapan proyek strategis agar senantiasa memenuhi standar baku dan memberikan kemanfaatan maksimal bagi warga.
“Kami memastikan seluruh proyek strategis, termasuk Rumah Pompa Lippo ini, berjalan sesuai dengan ketentuan teknis yang dipersyaratkan. Temuan di lapangan membuktikan penggunaan pasir Lumajang murni dan pasir pasang untuk kualitas struktur yang lebih kokoh, bukan sirtu seperti yang sempat diisukan. Yang terpenting bagi Pemkab Sidoarjo adalah pengerjaan berjalan transparan, kualitas mutu terjaga, dan percepatan fisik ini benar-benar siap membentengi kawasan pusat kota dari ancaman banjir,” tegas Subandi, Kamis (29/10/2026).
Dari sisi teknis, percepatan pengerjaan terus digenjot dengan mengoptimalkan pengerahan tenaga kerja serta alat berat di lokasi proyek.
Perwakilan CV Alaric Karya, Desra, memaparkan secara rinci pencapaian di lapangan yang kini melampaui target perencanaan.
“Penggunaan material di lapangan sepenuhnya memakai pasir Lumajang dan pasir pasang sesuai standar teknis struktur pengurukan dan bukan sirtu. Saat ini capaian progres pengerjaan sudah menyentuh 36 persen dengan posisi surplus 12 persen dari target. Berkat penataan teknis yang solid di lapangan, kami sangat optimis pada kisaran awal November nanti progres pengerjaan sudah mampu menembus di atas 50 persen,” ujar Desra di lokasi pengerjaan.












