Lumajang, Jatimmandiri.id – Sebanyak 4.293 warga Kabupaten Lumajang menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp600.000 yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Bupati Lumajang Indah Amperawati mengingatkan agar dana tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, dan pengembangan usaha kecil, bukan untuk pengeluaran konsumtif yang tidak mendesak.
Pesan itu disampaikan Indah saat memberikan arahan kepada masyarakat penerima bantuan. Ia menekankan pentingnya mengelola uang secara bijak agar manfaat bantuan pemerintah benar-benar dirasakan keluarga, terutama masyarakat berpenghasilan terbatas.
“Jangan gunakan uang bantuan ini untuk membeli pulsa, paket data, atau bermain TikTok, ya, Ibu-ibu,” ujar Indah dalam arahannya.
Menurut dia, bantuan tunai tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi. Karena itu, penerima diharapkan menyusun prioritas pengeluaran sesuai kondisi keluarga masing-masing.
Warga yang menjalankan usaha kecil, misalnya berjualan, dapat memanfaatkan dana untuk menambah modal. Sementara keluarga yang memiliki anak usia sekolah bisa menggunakannya untuk membeli perlengkapan pendidikan maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data kegiatan, penerima BLT DBHCHT di Lumajang didominasi buruh tani tembakau, dengan jumlah sekitar 3.500 orang. Bantuan juga diberikan kepada buruh pabrik rokok, masyarakat terdampak bencana erupsi, serta warga yang tergolong dalam kelompok desil 1 hingga desil 5.
Warga Diminta Manfaatkan Layanan Kesehatan
Dalam kesempatan yang sama, Indah mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gangguan kesehatan. Ia meminta warga memanfaatkan pelayanan di Puskesmas yang dapat diakses secara gratis sesuai ketentuan program yang berlaku.
“Kalau merasa kurang enak badan atau sakit, segera periksakan diri ke Puskesmas. Mumpung ada layanan gratis, silakan dimanfaatkan dengan baik,” pesannya.
Indah turut menjelaskan fasilitas persalinan di Puskesmas bagi ibu hamil yang akan melahirkan. Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, tenaga medis akan melakukan rujukan ke rumah sakit sesuai prosedur.
Ia juga meminta masyarakat memahami aturan pembiayaan pelayanan kesehatan, termasuk mekanisme rujukan dan kepesertaan BPJS Kesehatan. Pemahaman tersebut penting agar warga mengetahui prosedur pelayanan serta menghindari kesalahpahaman mengenai biaya pengobatan.
Indah berharap BLT yang diterima masyarakat dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus mendukung kegiatan produktif. Pemerintah mengharapkan bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan mendesak dan menjaga ketahanan ekonomi warga, khususnya pekerja sektor tembakau serta kelompok rentan.
“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah. Mudah-mudahan Bapak dan Ibu senantiasa sehat, diberikan usia yang barokah, dan bermanfaat,” tuturnya.












