Lumajang, Jatimmandiri.id – Memasuki masa pensiun bukan berarti kehilangan ruang untuk bersosialisasi dan saling membantu. Paguyuban Wredatama Wal Ashri Kabupaten Lumajang membuktikan hal itu dengan memperluas keanggotaan dari sekitar 47 orang menjadi 147 orang. Paguyuban ini kini membuka kesempatan bagi pensiunan lintas instansi, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), hingga kementerian.
Pertumbuhan tersebut menjadi modal bagi Wal Ashri untuk memperkuat kegiatan sosial, keagamaan, dan silaturahmi antaranggota. Upaya itu turut disampaikan pengurus dalam audiensi dengan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, untuk memperkenalkan kepengurusan baru periode 2026–2031 sekaligus meminta arahan mengenai program kerja organisasi.
Ketua Paguyuban Wredatama Wal Ashri Kabupaten Lumajang, Didik, mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum mempererat hubungan dengan pemerintah daerah sekaligus memastikan program paguyuban berjalan lebih optimal.
“Kedatangan kami untuk bersilaturahmi sekaligus mengajukan audiensi dengan Ibu Bupati Lumajang .Kami ingin memperkenalkan kepengurusan baru periode 2026–2031 serta memohon arahan dan saran agar program-program yang telah disusun dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pengurus berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan program sebelumnya yang belum terlaksana maksimal sekaligus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi anggota.
Santunan Menjadi Wujud Solidaritas
Salah satu program utama Wal Ashri adalah bantuan sosial bagi anggota yang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. Santunan juga diberikan ketika suami atau istri anggota meninggal dunia.
Dana bantuan dihimpun dari anggota untuk kemudian disalurkan kepada sesama anggota yang mengalami musibah. Meski nominalnya terbatas, program tersebut menjadi wujud kepedulian dan upaya mempertahankan ikatan kekeluargaan setelah memasuki masa purna tugas.
“Dana ini dihimpun dari anggota untuk anggota. Meskipun nilainya tidak seberapa, kami ingin tetap hadir ketika ada anggota yang sakit atau mengalami musibah,” katanya.
Pengajian dan Wisata Pererat Kebersamaan
Selain santunan, Wal Ashri menggelar pengajian rutin sebanyak 12 kali dalam setahun. Kegiatan keagamaan ini menjadi sarana menjaga silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan anggota.
Paguyuban juga menjadwalkan wisata dan kegiatan penyegaran minimal enam bulan sekali. Destinasinya mencakup objek wisata alam dan tempat religi, termasuk masjid, baik di Kabupaten Lumajang maupun daerah lain.
Kegiatan tersebut melibatkan anggota secara bergiliran agar interaksi tetap terjalin. Menurut Didik, aktivitas bersama di luar agenda rutin memberikan kesempatan bagi para pensiunan untuk tetap aktif dan memiliki lingkungan pergaulan setelah tidak lagi bekerja di instansi masing-masing.
Perluas Jaringan Pensiunan Lintas Instansi
Wal Ashri kini berupaya memperluas jangkauan keanggotaan yang sebelumnya didominasi pensiunan Pemerintah Kabupaten Malang. Pensiunan BUMN, BUMD, kementerian, dan instansi lainnya mulai bergabung.
Didik berharap dukungan pemerintah daerah dapat membantu memperkenalkan keberadaan paguyuban kepada lebih banyak pensiunan.
“Kami berharap para pensiunan di luar sana juga bisa mengetahui keberadaan Wal Ashri dan ikut bergabung. Alhamdulillah, sekarang anggota kami tidak hanya dari pensiunan Pemkab Malang, tetapi juga dari BUMN, BUMD, dan kementerian lainnya,” ungkapnya.
Bagi pengurus, penambahan anggota bukan semata-mata mengejar jumlah, melainkan memperluas jaringan silaturahmi dan memperkuat dukungan antarpensiunan.
Dengan kepengurusan periode 2026–2031, Wal Ashri diharapkan semakin solid menjalankan program sosial dan keagamaan, sekaligus menjadi wadah terbuka bagi para purna tugas dari berbagai instansi untuk tetap kompak, rukun, dan aktif.












