Sidoarjo, Jatimmandiri.id — Jajaran Satreskrim Polresta Sidoarjo sukses membongkar sindikat kejahatan siber lintas negara (transnational crime) yang menjadikan kawasan permukiman elit sebagai markas operasinya.
Dalam penggerebekan di sebuah rumah mewah sewaan di Perumahan Citra Garden, Kecamatan Buduran, polisi mengamankan 8 Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam yang berperan sebagai operator penipuan daring.
Jaringan internasional ini terbukti menjalankan operasi terorganisasi dengan modus menyamar sebagai petugas resmi departemen registrasi kendaraan demi memeras para korban di negara asal mereka, Vietnam.
Untuk melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan jaringan internet privat (VPN) guna mengintimidasi korban dengan ancaman pelanggaran pajak kendaraan fiktif.
Dari lokasi penyergapan, petugas menyita berbagai barang bukti krusial berupa puluhan unit laptop, ratusan kartu SIM internasional, perangkat keras jaringan, hingga dokumen skrip percakapan (telemarketing script) berbahasa Vietnam.
Pengungkapan kasus kejahatan siber skala global ini mendapat perhatian langsung dari pimpinan tinggi kepolisian setempat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A Condroputra membeberkan bahwa pembongkaran sindikat siber ini berawal dari laporan kecurigaan warga dan pihak pengamanan perumahan mengenai aktivitas tertutup para pelaku.
“Para pelaku sengaja memilih lokasi di kluster elite Sidoarjo untuk menyamarkan aktivitas mereka agar tidak memancing kecurigaan masyarakat. Modus cyber fraud lintas negara ini sangat rapi. Mereka menyasar korban di luar negeri, namun infrastruktur digitalnya ditanam di sini. Saat ini, Satreskrim Polresta Sidoarjo tengah berkoordinasi intensif dengan Imigrasi Juanda serta Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri guna melakukan pelacakan aset hasil kejahatan dan mempersiapkan proses ekstradisi para tersangka ke negara asalnya,” ucap Bobby, Kamis (29/10/2026).
Di sisi lain, warga sekitar mengaku terkejut mendapati rumah mewah di lingkungan mereka ternyata menjadi sarang sindikat kriminal internasional. Salah satu warga setempat, Maryono (48), mengungkapkan bahwa rumah tersebut jarang berinteraksi dengan lingkungan luar.
“Rumah itu memang selalu tertutup rapat, gordennya tidak pernah dibuka. Kami kira penghuninya hanya pekerja kantoran biasa karena jarang keluar. Ternyata malah jadi markas penipuan internasional. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat polisi sebelum wilayah kami dijadikan sarang kriminalitas asing,” tutur Maryono.
Kini, rumah mewah di Perumahan Citra Garden Buduran tersebut telah dipasangi garis. Sementara kedelapan tersangka WNA Vietnam ditahan di Mapolresta Sidoarjo guna menjalani proses hukum lanjutan dan koordinasi ekstradisi.












