Metropolitan

Semangat Guru TPQ Khoiru Ummah Cetak Generasi Qurani

×

Semangat Guru TPQ Khoiru Ummah Cetak Generasi Qurani

Sebarkan artikel ini
Meski menghadapi berbagai tantangan, para guru mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri saat melihat perkembangan para santri.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak usia dini membutuhkan kesabaran, ketelatenan, serta metode pembelajaran yang tepat.

Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus kebahagiaan bagi para guru di TPQ Khoiru Ummah yang berlokasi di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

TPQ Khoiru Ummah merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berdiri pada 21 Oktober 2021.

Saat ini, lembaga tersebut memiliki 135 santri yang terbagi dalam sembilan kelas sesuai dengan usia dan kemampuan membaca Al-Qur’an masing-masing.

Kepala TPQ Khoiru Ummah, Ustazah Sri Suwarni, mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para pengajar adalah membimbing anak-anak usia 3 hingga 4 tahun yang masih kesulitan melafalkan huruf hijaiyah dengan jelas dan benar.

“Dalam proses pembelajaran, guru harus sabar mengulang materi secara bertahap hingga santri mampu mengenali dan mengucapkan huruf hijaiyah dengan baik,” ujar Sri ditemui, Jumat, 12 Juni 2026.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para guru mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri saat melihat perkembangan para santri.

Kemampuan anak-anak yang awalnya belum mengenal huruf hijaiyah hingga akhirnya mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar menjadi kebanggaan bagi para pengajar.

Dalam kegiatan belajar mengajar, TPQ Khoiru Ummah menerapkan Metode Ummi yang menekankan bacaan tartil, pembelajaran secara klasikal dan individual, serta suasana belajar yang menyenangkan.

Metode tersebut didukung dengan pengelolaan kelas yang disesuaikan dengan kemampuan santri sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.

“Melalui Metode Ummi, santri dibimbing untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid, namun tetap dalam suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan,” ujar Sri.

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat dalam dua sesi, yaitu pukul 15.30–17.00 WIB dan 18.00–19.30 WIB.

Baca Juga  Lamongan Raih Penghargaan Terbaik 3 Nasional Pemanfaatan SIBI, Bukti Komitmen Perkuat Literasi Digital

Pada Senin hingga Kamis, santri mengikuti pembelajaran Al-Qur’an sesuai jenjang masing-masing.

Selain itu, TPQ Khoiru Ummah juga menyediakan kegiatan pengembangan minat dan bakat melalui ekstrakurikuler banjari yang dilaksanakan setiap Rabu pukul 19.00–20.00 WIB.

Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan santri terhadap seni Islami sekaligus melatih kemampuan mereka dalam bidang hadrah dan shalawat.

Sementara itu, setiap Jumat para santri mengikuti program Madrasah Diniyah yang berisi pembelajaran kitab-kitab dasar keislaman, seperti Aqidatul Awam, Alala, dan Fasholatan.

Materi tersebut diberikan untuk memperkuat pemahaman agama, menambah wawasan keislaman, serta membentuk akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an, tetapi juga berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia kepada para santri sejak usia dini,” jelas Sri.

Koordinator TPQ Khoiru Ummah, Ustazah Ilmiyah Nur Azizah, bertugas memantau jalannya proses pembelajaran serta perkembangan santri.

Sementara itu, Ustazah Sri Suwarni memimpin dan mengelola lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan Al-Qur’an.

Melalui sistem pembelajaran yang terstruktur dan didukung tenaga pengajar yang berdedikasi, TPQ Khoiru Ummah terus berupaya mencetak generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *