Intisari Berita:
Komisi D DPRD Surabaya menggelar hearing bersama Kemenag Surabaya, mengungkap temuan Densus 88 soal adanya pelajar SMPN di Surabaya yang terpapar radikalisme digital via gim online Roblox.
Anggota Komisi D Imam Syafi’i mendesak Pemkot Surabaya meningkatkan kewaspadaan proteksi anak, serta sempat menyayangkan isu keterlambatan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Agama selama 4 bulan.
Kepala Kantor Kemenag Surabaya Muhammad Muslim memastikan tunggakan TPG Agama senilai Rp14 miliar dari pusat telah rampung dicairkan seluruhnya per 24 Juli lalu.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Komisi D DPRD Kota Surabaya menaruh perhatian serius terhadap dua isu krusial di sektor keagamaan dan perlindungan anak usai menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Kamis (30/7/2026).
Dua bahasan utama yang mengemuka dalam forum tersebut adalah deteksi dini ancaman penyebaran paham radikalisme di kalangan pelajar, serta kepastian evaluasi pencairan anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Agama.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, mengungkapkan keprihatinannya atas informasi dari Densus 88 Anti Teror yang diteruskan oleh pihak Kemenag. Data tersebut mengungkap adanya sejumlah remaja, termasuk seorang siswa sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Surabaya, yang terpapar paham ekstremis hingga melakukan baiat ke jaringan terorisme.
“Anak ini terpapar dan bahkan saat dimintai keterangan mengaku ingin membunuh teman sekolahnya yang melakukan bullying. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani proses deradikalisasi dan dipondokkan di pesantren,” ungkap legislator yang akrab disapa Cak Imam tersebut.
Politisi Partai NasDem ini memaparkan, infiltrasi ideologi radikal kini memanfaatkan transformasi digital dan menyusup ke ruang bermain anak-anak melalui platform gim daring populer seperti Roblox. Komisi D mendesak Pemkot Surabaya melalui OPD terkait untuk memperketat benteng pengawasan anak dari paparan konten destruktif digital.
Kemenag Pastikan TPG Agama Rp14 Miliar Cair Total
Di sisi lain, forum sempat mengevaluasi keluhan terhambatnya hak finansial para pendidik. Cak Imam sempat menyayangkan penundaan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Agama, mengingat vitalnya peran guru agama dalam menanamkan nilai moral dan kebangsaan guna menangkal ideologi ekstrem di sekolah.
Namun, di lokasi yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Dr. H. Muhammad Muslim, S.Ag., M.Sy., memberikan klarifikasi sekaligus memastikan bahwa seluruh tunggakan TPG Agama kini telah tuntas disalurkan ke rekening para guru.
Beberapa catatan hasil hearing Kemenag bersama DPRD Surabaya:
-
Penyelesaian Tunggakan: Seluruh dana TPG Agama yang sempat tersendat selama dua hingga tiga bulan dipastikan telah cair menyeluruh pada 24 Juli lalu.
-
Alokasi Dana Pusat: Keterlambatan murni disebabkan oleh pasokan anggaran dari pemerintah pusat. Begitu dana tambahan senilai Rp14 miliar turun, Kemenag langsung mengeksekusi pencairan.
-
Mitigasi Koordinasi: Kemenag dan Komisi D sepakat membangun koordinasi berkala dan sistem evaluasi proaktif agar pasokan dana dari pusat di masa mendatang tersalurkan tepat waktu tanpa berlarut-larut.
“Tadi saya hadir untuk hearing terkait sempat adanya keterlambatan pembayaran tunjangan profesi guru agama. Alhamdulillah, tanggal 24 kemarin sudah cair semua, jadi sudah tidak ada masalah dan sudah selesai. Kemenag akan terus berusaha semaksimal mungkin agar dana dari pusat disalurkan tepat waktu,” pungkas Muhammad Muslim.












