Surabaya, Jatimmandiri.id — Kejuaraan Beladiri Polri Piala Kapolda Jawa Timur 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 resmi berakhir pada Jumat (19/6/2026).
Kejuaraan yang digelar di Lapangan Bola Voli Outdoor Mapolda Jatim selama dua hari ini diikuti oleh 100 atlet, terdiri dari 76 atlet putra dan 24 atlet putri. Para peserta berasal dari 38 Polres/Polresta/Polrestabes serta satuan kerja di lingkungan Polda Jawa Timur.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Muhammad Kurniawan selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan kemampuan beladiri personel Polri.
“Kejuaraan ini merupakan bagian dari pembinaan kemampuan dasar yang harus terus diasah guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, ajang ini juga diharapkan mampu membangun mental bertanding serta menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan soliditas antarsatuan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat juang dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang pertandingan.
“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” tambahnya.
Dalam kejuaraan tersebut, Polres Kediri tampil dominan dengan meraih gelar juara di dua kategori sekaligus, yakni putra dan putri.
Pada kategori putra, Polres Kediri melaju ke final setelah mengalahkan Polres Ngawi di semifinal, kemudian sukses menundukkan Polres Madiun Kota di partai puncak.
Sementara itu, di kategori putri, Polres Kediri juga menunjukkan performa impresif. Setelah mengalahkan Polres Bondowoso di semifinal, mereka kembali menang di final menghadapi Polres Ngawi.
Dengan hasil tersebut, Polres Kediri keluar sebagai juara umum pada kejuaraan beladiri Polri tahun ini.
Adapun medali perunggu kategori putra diraih bersama oleh Polres Ngawi dan Polres Banyuwangi. Sedangkan pada kategori putri, medali perunggu menjadi milik Polres Bondowoso dan Polres Trenggalek.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan profesionalisme di tubuh Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.












