Surabaya, Jatimmandiri.id– Persaingan bisnis di Surabaya yang semakin ketat menuntut pelaku usaha tidak hanya mampu membaca peluang pasar, tetapi juga cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi, penguatan rantai pasok lokal, dan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA mengatakan Surabaya memiliki potensi pasar besar sebagai salah satu pusat perekonomian Jawa Timur. Namun, potensi tersebut perlu diikuti kesiapan pelaku usaha, terutama UMKM dan industri menengah, dalam memanfaatkan teknologi digital serta memperkuat jaringan bisnis lokal.
“Surabaya adalah episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Pelaku usaha di sini harus jeli melihat peluang, berani melakukan inovasi berbasis teknologi digital, serta memperluas orientasi pasar melalui jejaring kolaborasi yang solid,” ungkap Jamhadi dalam pandangannya terkait peta bisnis perkotaan.
Menurut CEO PT Tata Bumi Raya itu, ketahanan dunia usaha juga membutuhkan sinergi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk menjaga daya saing produk lokal di tengah masuknya produk dari luar sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih kuat.
Jamhadi juga mengingatkan pentingnya kepekaan sosial dalam menjalankan bisnis. Pengusaha dan korporasi perlu memperhatikan pemberdayaan tenaga kerja lokal, di samping memperkuat manajemen arus kas dan efisiensi operasional agar bisnis tetap sehat menghadapi tekanan ekonomi makro.
Penguatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses pasar digital, serta regulasi yang lebih mudah dan didukung pemerintah daerah diyakini dapat membuat pelaku usaha Surabaya semakin tangguh dan inovatif. Dengan fondasi tersebut, dunia usaha diharapkan mampu memperkuat peran Surabaya sebagai penggerak ekonomi Jawa Timur sekaligus berkontribusi pada perekonomian nasional.












