EkbisJatim

Daging Ayam Ras Pemicu Utama Inflasi, TPID Kediri Imbau Tak Panic Buying

Penulis: Sayid RidhoEditor: Alif Bintang
×

Daging Ayam Ras Pemicu Utama Inflasi, TPID Kediri Imbau Tak Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Aktivitas pedagang di Pasar Setonobetek.
Example 468x60

Kediri, Jatimmandiri.id – Kota Kediri mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,43 persen pada Agustus 2026, dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year) berada di angka 3,28 persen.

Capaian angka ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Emil Wahyudiono, saat rilis Berita Resmi Statistik (BRS).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama penggerak inflasi bulan ini dengan kontribusi andil tertinggi mencapai 0,39 persen.

Lonjakan kenaikan harga didominasi oleh komoditas daging ayam ras yang memberikan andil inflasi terbesar hingga 0,30 persen.

“Selain daging ayam ras, sejumlah komoditas lain yang turut mendorong inflasi pada Agustus 2026 antara lain cabai rawit dan beras dengan andil masing-masing 0,05 persen, taman kanak-kanak, pepaya, ongkos jahit masing-masing sebesar 0,03 persen, kacang panjang, semangka, pemeliharaan atau service, dan sigaret kretek mesin (SKM) masing-masing sebesar 0,02 persen,” ucapnya, Kamis (3/9/2026).

Kendati mengalami tekanan pada sektor pangan utama, laju inflasi berhasil tertahan berkat penurunan harga di beberapa sektor lainnya.

Tarik ulur harga ini dipimpin oleh penurunan tarif angkutan udara yang memberikan deflasi terbesar sebesar -0,08 persen, disusul bawang merah (-0,07 persen), bawang putih (-0,03 persen), serta bensin dan tomat (masing-masing -0,02 persen).

Komoditas lain seperti telur ayam ras, sawi hijau, terong, daun bawang, hingga kelapa juga turut menahan laju inflasi dengan kontribusi deflasi masing-masing sebesar -0,01 persen.

Memasuki September 2026, BPS mengimbau pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi lonjakan permintaan pada komoditas pangan pokok seperti beras, telur, dan daging ayam ras. Faktor risiko eksternal juga terus dipantau.

“Penyesuaian tarif BBM nonsubsidi masih akan berlangsung. Dampak dari perubahan harga BBM berpotensi memberikan efek domino pada harga komoditas lainnya. Pada sektor pendidikan, memungkinkan terjadi perubahan tarif pada tingkat pendidikan tinggi,” jelasnya.

Baca Juga  184 Pejabat Pemkot Kediri Dilantik, Wali Kota Minta Tingkatkan Kinerja

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Noviana Rachmawati, memastikan stok dan harga kebutuhan pokok masyarakat sejauh ini relatif terjaga.

Walaupun perayaan HUT RI memicu lonjakan aktivitas belanja warga, tren stabilitas harga masih terpantau aman melalui situs resmi pasokan daerah.

TPID telah mengantisipasi pergerakan ini lewat pemantauan harga harian di pasar-pasar pantau serta menggelar koordinasi intensif terkait tren kenaikan harga daging ayam ras dan komoditas beras premium.

Langkah riil juga disiapkan untuk menjaga stabilitas harga pangan sepanjang bulan berjalan.

“Di samping itu, sebagai upaya antisipasi terjadi inflasi di bulan September, TPID pada tanggal 4-6 September 2026 akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Balai Kota Kediri,” tuntasnya.

Noviana turut menghimbau masyarakat agar tidak panic buying dan berbelanja dengan bijak. Sebab Pemkot Kediri akan terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan komoditas serta kestabilan harga di berbagai sektor agar roda perekonomian tetap berjalan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *