
Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan daging hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat selama perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 dalam kondisi aman untuk dikonsumsi.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menyelesaikan rangkaian pengawasan kesehatan hewan kurban yang dilakukan di seluruh wilayah Kota Pahlawan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sejumlah temuan kasus cacing hati pada hewan kurban serta satu kasus cacing pita atau yang dikenal masyarakat sebagai cacing nasi.
Meski demikian, seluruh organ yang terindikasi terinfeksi dipastikan tidak diedarkan kepada masyarakat dan langsung dimusnahkan sesuai prosedur.
Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan bahwa temuan tersebut berasal dari pemeriksaan aktif petugas di lapangan, bukan laporan dari masyarakat.
“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan (antemortem) hingga pemeriksaan karkas dan organ setelah pemotongan (postmortem),” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Ditemukan Kasus Cacing Hati dan Cacing Pita
DKPP Surabaya melakukan pengawasan di 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sekitar 20 lokasi yang terdapat kasus cacing hati dan satu lokasi dengan temuan cacing pita.
Meski ditemukan indikasi penyakit pada organ tertentu, Nanik menegaskan bahwa seluruh organ yang terinfeksi langsung dipisahkan dan diafkirkan sehingga tidak masuk ke rantai distribusi daging kurban.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat yang menerima daging kurban.
Satu Ekor Sapi Terindikasi Skabies Diisolasi
Selain temuan pada organ hewan kurban, petugas DKPP sebelumnya juga menemukan seekor sapi yang terindikasi mengalami skabies saat pemeriksaan di lapak penjualan hewan kurban.
Untuk mencegah penyebaran penyakit, sapi tersebut langsung diisolasi dan mendapatkan penanganan khusus dari petugas kesehatan hewan.
Sementara itu, beberapa hewan lainnya diketahui mengalami kondisi kelelahan akibat perjalanan panjang dari daerah asal menuju Surabaya. Petugas memberikan vitamin serta perawatan yang diperlukan agar kondisi hewan tetap prima hingga waktu penyembelihan.
Masyarakat Tidak Perlu Khawatir
Nanik menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan cacing hati pada hewan kurban. Menurutnya, daging tetap aman dikonsumsi selama organ yang terinfeksi tidak dibagikan kepada masyarakat.
Karena itu, DKPP terus memberikan edukasi kepada takmir masjid, panitia kurban, dan masyarakat agar lebih teliti dalam memeriksa organ dalam hewan sebelum didistribusikan.
“Yang harus menjadi perhatian adalah bagian hati yang terinfeksi. Kami mengimbau panitia kurban untuk tidak membagikan hati yang ditemukan mengandung cacing demi menjaga keamanan pangan masyarakat,” tegasnya.
Ribuan Hewan Kurban Diperiksa
Selama masa pelaksanaan Iduladha 2026, DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan postmortem terhadap:
- 2.123 ekor sapi
- 4.772 ekor kambing
- 133 ekor domba
Sementara pada tahap pemeriksaan antemortem di lapak penjualan, petugas memeriksa:
- 4.890 ekor sapi
- 11.142 ekor kambing
- 452 ekor domba
Menurut Nanik, hasil evaluasi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban secara berkelanjutan, mulai dari lokasi penjualan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
Pengawasan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya untuk memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar sekaligus menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).












