Kota Besar

Hari Anak Nasional 2026: dr Zuhrotul Soroti Gizi dan Literasi

×

Hari Anak Nasional 2026: dr Zuhrotul Soroti Gizi dan Literasi

Sebarkan artikel ini
Hari anak nasional 2026
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk memenuhi hak-hak anak jelang Hari Anak Nasional 2026.

  • Soroti aspek kesehatan fisik-mental, gizi, hingga imunisasi guna membentuk generasi unggul di Kota Surabaya.

  • Tekankan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan, perundungan, serta penguatan literasi digital sejak dini.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli mendatang, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menyerukan gerakan bersama untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Peringatan tahunan ini dinilainya harus dijadikan momentum refleksi, bukan sekadar seremoni belaka.

Sebagai legislator yang membidangi sektor kesehatan dan pendidikan, dr. Zuhrotul menekankan bahwa pemenuhan hak anak—mulai dari pendidikan inklusif, layanan kesehatan optimal. Hingga lingkungan bebas kekerasan—merupakan investasi paling berharga bagi masa depan bangsa.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam memenuhi hak-hak anak. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perlindungan, kasih sayang, pendidikan yang baik. Dan layanan kesehatan yang optimal,” tegas dr. Zuhrotul Mar’ah, Selasa (21/7/2026).

Dari Gizi Seimbang Hingga Tantangan Literasi Digital

Sebagai seorang praktisi medis, dr. Zuhrotul menaruh perhatian besar pada aspek kesehatan holistik anak, baik fisik maupun mental. Ia mendesak agar pemenuhan gizi seimbang, penuntasan program imunisasi, pemeriksaan kesehatan rutin. Hingga pemeliharaan kesehatan mental anak menjadi skala prioritas bersama.

Tak hanya itu, berkembangnya era digital juga membawa tantangan baru bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, penguatan literasi digital sejak dini dinilai sangat krusial agar anak-anak Surabaya mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan terhindar dari dampak buruk dunia maya serta perundungan (cyberbullying).

  • Pendidikan & Layanan Inklusif: Memastikan akses sekolah ramah anak dan mudah dijangkau seluruh lapisan.

  • Kesehatan Holistik: Fokus pada pencegahan stunting, gizi seimbang, dan kesehatan mental anak.

  • Proteksi Lingkungan: Mewujudkan Surabaya Bebas Kekerasan dan Perundungan.

  • Literasi Digital: Edukasi penggunaan gawai dan internet secara sehat sejak dini.

Baca Juga  Ekonomi Jatim Menguat, Krista Exhibitions Siap Gelar Pameran Skala Internasional di Surabaya

Kolaborasi Kunci Wujudkan Kota Layak Anak

Lebih lanjut, politisi Komisi D ini menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak bisa berjalan sendiri dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Perlunya orkestrasi yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat.

“Anak-anak yang tumbuh sehat secara fisik maupun mental memiliki kesempatan yang lebih baik untuk belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi mereka secara optimal. Melindungi anak berarti menjaga masa depan bangsa,” tutupnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *