Edu-Life & Sport

Museum Hatta-Sjahrir Hidup Kembali

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Museum Hatta-Sjahrir Hidup Kembali

Sebarkan artikel ini
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat kunjungan peresmian revitalisasi Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi, Jawa Barat.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, kembali dihidupkan setelah menjalani revitalisasi. Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan museum tersebut sebagai upaya menguatkan kembali ruang ingatan bangsa terhadap perjuangan dua tokoh kemerdekaan.

“Museum harus menjadi ruang pembelajaran yang hidup, tempat masyarakat, terutama generasi muda, dapat berdialog dengan sejarah,” kata Fadli dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan yang diterima di Jakarta, Minggu (13/9).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Hatta dan Sjahrir dipindahkan dari Banda Neira ke kompleks Sekolah Polisi Sukabumi pada Februari 1942 sebagai tahanan politik. Di tengah pengawasan pemerintah kolonial, rumah pengasingan tersebut menjadi tempat kedua tokoh itu terus mengembangkan pemikiran dan merintis perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Menurut Fadli, revitalisasi museum menjadi langkah untuk menghadirkan kembali jejak perjuangan, pemikiran, keteguhan, dan pengorbanan Hatta serta Sjahrir kepada generasi masa kini.

“Semoga semakin banyak masyarakat yang mengunjungi museum ini untuk belajar dan meneladani perjuangan para pahlawan kita,” kata Fadli seperti dikutip dari Antara.

Pada 2026, Kementerian Kebudayaan menyelesaikan revitalisasi fisik, penataan interior, dan kuratorial museum melalui program revitalisasi museum, keraton, dan taman budaya. Penataan tersebut dilengkapi konten yang lebih informatif dan kontekstual.

Bangunan sisi kanan menampilkan lini masa perjuangan Hatta, ruang kerja berisi karya tulis dan kliping koran, serta peta perjalanan pengasingannya. Sementara sisi kiri menyajikan perjalanan Sjahrir, gramofon lagu kesukaannya, radio pemberitaan luar negeri, dan arsip surat kabar Daulat Ra’yat.

Revitalisasi tidak hanya menyentuh tampilan fisik bangunan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi, literasi, penelitian, dan arsip sejarah. Kementerian Kebudayaan mendorong museum agar lebih interaktif dan mudah diakses masyarakat, antara lain melalui digitalisasi koleksi, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan pendekatan tersebut, kisah perjuangan Hatta dan Sjahrir diharapkan tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran yang relevan bagi generasi muda dalam memahami perjalanan bangsa, nilai kebangsaan, serta pentingnya menjaga kemerdekaan.

Baca Juga  Malam Seni Pererat Persahabatan Indonesia-Maroko

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan siap memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk merawat museum. Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dirin juga menegaskan kesiapan menjaga rumah pengasingan yang berada di kompleks Setukpa tersebut sebagai bagian penting sejarah bangsa.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *