Surabaya, Jatimmandiri.id – Di tengah arus bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045, urgensi untuk menanamkan pemahaman politik bagi generasi muda semakin relevan.
Politik tidak lagi sekadar menjadi ranah orang dewasa, melainkan menjadi panggung bagi generasi muda untuk belajar menjadi warga negara yang kritis, peduli, dan kontributif.
Semangat inilah yang terpancar saat Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, atau yang akrab disapa Bang Jo, menerima kunjungan edukatif siswa-siswi SMPIT Permata Surabaya di Gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis, 11 Juni 2026.
Dalam suasana yang cair dan interaktif, para siswa diajak menyelami realitas dunia politik, sistem pemerintahan, hingga peran krusial lembaga legislatif.
Guru pendamping SMPIT Permata, Ustaz Hamzah, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan upaya nyata sekolah dalam mendekatkan siswa dengan praktik demokrasi.
“Kami ingin siswa-siswi memahami secara langsung tugas dan wewenang anggota DPRD Kota Surabaya. Selama ini mereka mungkin hanya mengetahui dari buku atau media sosial, tetapi hari ini mereka bisa melihat dan mendengarkan langsung dari pelakunya,” ujar Hamzah.
Tak sekadar belajar tentang regulasi, kunjungan ini juga dirancang sebagai ajang motivasi bagi siswa.
Hamzah berharap, rekam jejak kepemimpinan Bang Jo dapat menjadi inspirasi bagi para siswa dalam menatap masa depan.
“Kami juga ingin anak-anak belajar dan mengambil inspirasi dari perjalanan sukses Pak Johari Mustawan sebagai anggota DPRD Kota Surabaya. Harapannya, pengalaman beliau bisa menjadi motivasi bagi para siswa untuk memiliki cita-cita besar dan berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterlibatan siswa dalam dunia politik adalah investasi masa depan.
“Siapa tahu dari kunjungan ini ada siswa yang nantinya bercita-cita menjadi anggota DPRD atau pemimpin di masa depan. Yang terpenting, mereka memahami bahwa politik adalah sarana untuk melayani dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Di hadapan para siswa, Bang Jo mematahkan stigma bahwa politik selalu identik dengan perebutan kekuasaan.
Baginya, politik justru merupakan instrumen mendasar dalam menentukan arah kemajuan bangsa.
“Politik adalah bagian dari pembangunan Negara Indonesia. Hampir semua kebijakan yang dirasakan masyarakat lahir melalui proses politik. Karena itu, generasi muda perlu memahami politik dengan benar sejak dini,” tegas Bang Jo.
Bang Jo pun menekankan bahwa integritas adalah mata uang utama dalam politik.
Menurutnya, kualitas sebuah kebijakan sangat bergantung pada karakter mereka yang duduk di kursi pembuat keputusan.
“Undang-Undang yang baik akan lahir dari orang-orang yang baik. Karena itu, kualitas sebuah negara sangat dipengaruhi oleh kualitas orang-orang yang terlibat dalam proses politiknya. Mereka memiliki tanggung jawab menjaga konstitusi dan memastikan negara berjalan sesuai cita-cita para pendiri bangsa,” jelasnya.
Bang Jo juga mengedukasi siswa mengenai fungsi utama DPRD yang mencakup legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Ia pun memperkenalkan pembagian kerja di DPRD Surabaya melalui empat komisi yang ada, termasuk Komisi D yang membidangi sektor pendidikan dan kesehatan.
Bagi generasi Z, Bang Jo berpesan agar mereka tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga aktif dalam organisasi.
“Partisipasi politik bisa dimulai dari aktif di OSIS, Karang Taruna, Remaja Masjid, organisasi pecinta alam, dan berbagai komunitas positif lainnya. Dari sana akan tumbuh jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Sesi dialog berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan kritis dari para siswa, mulai dari teknis pembuatan peraturan daerah hingga suka duka menjadi wakil rakyat.
Salah satu siswa peserta kunjungan mengaku antusiasme mereka kian bertambah setelah melihat langsung ruang kerja para legislator.
Pengalaman berkesan dirasakan saat para siswa melakukan room tour ke sejumlah fasilitas vital, seperti Ruang Rapat Paripurna dan ruang media.
“Tadi kami diajak melihat berbagai ruangan di DPRD. Jadi tahu ada ruang paripurna, ruang komisi, dan ruang media. Pengalamannya sangat menarik,” ujar salah satu siswa.












