Kota Besar

KKN 32 UMSurabaya Bersama Yayasan Lohjinawi Jawa Timur Gelar Penyuluhan Pemilahan dan Pengolahan Sampah

×

KKN 32 UMSurabaya Bersama Yayasan Lohjinawi Jawa Timur Gelar Penyuluhan Pemilahan dan Pengolahan Sampah

Sebarkan artikel ini
Kelompok 32 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya berkolaborasi dengan Yayasan Lohjinawi Jawa Timur menggelar kegiatan penyuluhan edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah pada Jumat (10/7/2026).
Example 468x60

Oleh:  Lokahita Prayu Ken

Surabaya, Jatimmandiri.id-Kelompok 32 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya berkolaborasi dengan Yayasan Lohjinawi Jawa Timur menggelar kegiatan penyuluhan edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah pada Jumat (10/7/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kegiatan yang berlangsung di Balai RW 003 Kelurahan Ketabang, Kota Surabaya, ini dihadiri oleh warga, perangkat RT/RW, serta mahasiswa KKN sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Materi penyuluhan disampaikan oleh Mas Hisyam dari Yayasan Lohjinawi Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa sampah anorganik, khususnya plastik, membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai sehingga diperlukan pengelolaan yang tepat melalui proses pemilahan dan daur ulang.

“Permasalahan sampah tidak akan selesai jika hanya dibuang. Langkah pertama yang paling sederhana namun berdampak besar adalah memilah sampah dari rumah. Dengan begitu, sampah yang masih memiliki nilai dapat didaur ulang dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ungkap Mas Hisyam

Selain memberikan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, pemateri juga mengenalkan sistem bank sampah yang diterapkan oleh Yayasan Lohjinawi Jawa Timur.

Melalui sistem tersebut, masyarakat didorong untuk membiasakan memilah sampah anorganik agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan sampah yang masih tercampur.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi bersama warga. Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Bapak Sulikan, Ketua RW 003 Kelurahan Ketabang, mengenai mekanisme penyetoran sampah hasil pemilahan kepada Yayasan Lohjinawi Jawa Timur.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mas Hisyam menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu menyetorkan sampah secara langsung kepada Yayasan Lohjinawi.

Warga terlebih dahulu dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah ke bank sampah di masing-masing RW.

Baca Juga  LaNyalla Serukan Rekonstruksi Total Arsitektur Hukum dan Ekonomi Nasional di Tengah Turbulensi Pasar

Selanjutnya, pengurus bank sampah akan berkoordinasi dengan Yayasan Lohjinawi Jawa Timur untuk menentukan jadwal pengambilan sampah.

Ia juga menambahkan bahwa sampah yang telah dipilah berdasarkan jenisnya memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sampah yang masih tercampur.

Menurutnya, sampah yang belum dipilah umumnya hanya dihargai sebagai rongsok, sedangkan sampah yang sudah dipisahkan sesuai kategorinya dapat langsung masuk ke proses pengolahan dan daur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 32 Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap edukasi yang diberikan dapat menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui pemilahan sampah sejak dari rumah.

Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata semangat KKN Kelompok 32, “Bergerak, Berkembang, Berdampak,” dalam menghadirkan program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *