Intisari Berita:
Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusydi, menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi warga dari Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 hingga tahap realisasi.
Isu krusial yang diserap mencakup penahanan ijazah, pembangunan jalan, normalisasi sungai/irigasi, bibit & pupuk pertanian, hingga pelatihan UMKM dan anak muda.
Ketua DPD Golkar Sidoarjo ini memastikan hasil reses tidak sekadar menjadi laporan formalistis, melainkan masuk ke perencanaan anggaran Pemprov Jatim.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Adam Rusydi, menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat yang berhasil dihimpun selama agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026.
Adam memastikan berbagai keluhan yang di kumpulkan selama sepekan turun ke lapangan tidak akan berhenti sebagai tumpukan laporan administratif, melainkan bakal dibawa ke forum pembahasan anggaran Pemprov Jatim.
Sejumlah persoalan mendasar yang di suarakan warga meliputi penahanan ijazah, infrastruktur jalan, normalisasi sungai/irigasi, sarana pertanian, peternakan, hingga program pemberdayaan UMKM.
“Alhamdulillah selama sepekan ini kami telah menyelesaikan reses masa persidangan III. Banyak aspirasi masyarakat yang kami terima dan semuanya menjadi catatan penting untuk kami perjuangkan. Reses bukan hanya mendengar keluhan, tetapi menjadi langkah awal menghadirkan solusi,” kata Adam Rusydi, Senin (3/8/2026).
Soroti Penahanan Ijazah Hingga Sarana Pertanian
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim II (Kabupaten Sidoarjo), politisi muda yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo ini merinci berbagai usulan konkret masyarakat yang telah di dokumentasikan dalam laporan reses resmi.
Beberapa poin prioritas usulan masyarakat yang siap dikawal:
Pendidikan & Kesejahteraan: Penanganan kasus penahanan ijazah, beasiswa PIP, perbaikan/pembangunan gedung SMA baru, serta penataan aset pendidikan.
Infrastruktur & Lingkungan: Perbaikan jalan rusak, normalisasi sungai dan saluran irigasi pencegah banjir, hingga pengelolaan masalah sampah perkotaan.
Pertanian & Peternakan: Ketersediaan dan keterjangkauan pupuk, bantuan bibit, modernisasi alat mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan peternak.
Ekonomi Kreatif & UMKM: Pelatihan keterampilan bagi anak muda dan warga binaan, serta perluasan akses bantuan permodalan UMKM.
Bangun Sinergi Demi Pembangunan Tepat Sasaran
Adam mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) pembangunan yang harus di selesaikan. Untuk mendongkrak kesejahteraan warga Jawa Timur, khususnya di kawasan penyangga seperti Sidoarjo.
Oleh karena itu, ia mendorong penguatan sinergi antara DPRD Jatim, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat. Agar penyusunan APBD Pemprov Jatim mendatang tepat sasaran.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Seluruh usulan ini kami bawa ke forum pembahasan bersama pemerintah daerah agar masuk dalam perencanaan pembangunan dan penganggaran. Terima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi aktif,” pungkas Adam.












