Sidoarjo, Jatim Mandiri
Sedikitnya 117 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam kembali berobat setelah keluhan kesehatan muncul lagi di Sidoarjo hingga Minggu (13/9). Sebanyak 110 pasien telah dipulangkan setelah membaik, sedangkan tujuh masih dirawat berdasarkan pembaruan terakhir Dinas Kesehatan Sidoarjo, Kamis (10/9).
Jumlah tersebut memperbarui data 115 pasien yang kembali berobat sejak Senin (7/9). Berdasarkan catatan 9 September, sembilan pasien masih menjalani rawat inap.
Sehari kemudian, jumlah kumulatif bertambah menjadi 117 pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina membenarkan pembaruan tersebut. “Sebanyak 117 anak,” kata Lakhsmie.
Para pasien mendapatkan pelayanan di RSUD R.T. Notopuro, RSI Siti Hajar, RS Pusura Candi, RS DKT, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Rahman Rahim. Data 9 September mencatat 33 pasien ditangani RSUD R.T. Notopuro dan 44 pasien di RSI Siti Hajar. Pasien lainnya tersebar pada empat rumah sakit.
Humas RSUD R.T. Notopuro Risky Maulana mengatakan pasien yang datang kembali mengeluhkan mual, muntah, dan lemas. Keluhan lainnya meliputi pusing, diare, serta demam.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA Manbaul Hikam Labiburrahman memastikan mereka berasal dari kelompok pasien sebelumnya. “Yang sakit adalah anak yang kena sebelumnya, bukan korban baru,” ujarnya.
Menurut Labiburrahman, sejumlah santri masih berada dalam masa pemulihan ketika kembali ke pesantren. “Masih masa pemulihan belum selesai, dikembalikan ke pesantren sehingga sakit lagi,” katanya.
Belum ada diagnosis resmi yang menyatakan mereka mengalami keracunan berulang. Kondisi tersebut tetap disebut sebagai keluhan yang muncul kembali selama masa pemulihan.
Keterangan Dinas Kesehatan hanya menyebut pasien dipulangkan setelah kondisinya membaik. Kriteria medis pemulangan setiap pasien belum dijelaskan secara terperinci kepada publik. (dea/ibn)












