Nganjuk, Jatimmandiri.id -Hampir satu bulan berlalu sejak insiden kecelakaan yang melibatkan bus Sugeng Rahayu, kondisi jembatan dan ruas jalan di wilayah Petak Bagor, Kabupaten Nganjuk, hingga kini masih memprihatinkan.
Tanpa sentuhan perbaikan dari pihak berwenang, infrastruktur yang rusak tersebut terus mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Pantauan Jatimmandiri.id, di lokasi menunjukkan belum ada tanda-tanda pengerjaan fisik maupun respons teknis dari instansi terkait.
Pembiaran ini tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan susulan.
Terlebih, situasi kian memburuk saat malam hari akibat ketiadaan lampu penerangan jalan umum (PJU).
Kondisi ini memantik keluhan tajam dari masyarakat setempat dan para pengendara yang saban hari melintasi jalur vital tersebut.
“Sudah hampir satu bulan sejak kejadian bus Sugeng Rahayu itu, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan sama sekali. Kami selaku warga dan pengguna jalan sangat terganggu, jalannya berbahaya jika dilewati kendaraan, sekitar lokasi gelap tidak ada lampu penerangan,” keluh Agus, warga Petak Bagor sekaligus pengguna jalan, Senin (27/7/2026).
Keluhan senada disuarakan pengguna jalan lainnya, Alya.
Penundaan perbaikan dinilai merugikan mobilitas harian warga yang bergantung pada akses tersebut.
Mereka mendesak dinas terkait untuk segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah konkret demi mengembalikan kelancaran serta keamanan lalu lintas.
“Sangat mengharapkan jalan dan jembatan ini segera diperbaiki. Jangan sampai dibiarkan rusak begitu lama karena dampaknya langsung dirasakan kami yang melintas setiap hari,” tambah perempuan berhijab ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penanganan maupun jadwal perbaikan dari instansi terkait. Di tengah ketidakpastian tersebut, warga dan pengguna jalan hanya bisa berharap ada respons cepat dari pemerintah sebelum memakan korban baru.












