Lumajang, Jatimmandiri.id – Pengembangan Desa Wisata Wotgalih, Kabupaten Lumajang, terus diarahkan agar mampu memberi dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Penguatan fasilitas kolam renang menjadi salah satu modal untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. H. M. Khusnul Khuluk, mengatakan dukungan terhadap Wotgalih merupakan bagian dari program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat desa wisata. Wotgalih dipilih karena termasuk desa binaannya yang sebelumnya telah memperoleh dukungan pengembangan fasilitas wisata.
“Ini program dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi, tujuannya memang untuk penguatan desa wisata. Kenapa saya taruh di Wotgalih? Karena Desa Wotgalih ini termasuk salah satu binaan saya,” ujar Khusnul Khuluk.
Menurut dia, penguatan fasilitas wisata di Wotgalih telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Salah satunya melalui bantuan pembangunan kolam renang yang kini dapat dimanfaatkan dan berjalan dengan baik.
“Beberapa tahun yang lalu kita bantu untuk penguatan desa berupa kolam renang. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Keberadaan kolam renang diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengembangkan potensi Wotgalih secara lebih luas. Namun, Khusnul menegaskan kemajuan desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan sarana fisik.
Pengelola harus memiliki kekompakan, sedangkan pengunjung juga dituntut ikut menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan. Faktor tersebut dinilai menentukan keberlanjutan destinasi sekaligus kenyamanan wisatawan.
“Memang banyak harapan, di antaranya bagaimana pariwisata di situ bisa maju. Tentu kan perlu kekompakan dari semua pengelola, kesadaran dari para pengunjung untuk bisa menjaga ketertiban, terutama juga kebersihan,” ujarnya.
Khusnul berharap pengelolaan Desa Wisata Wotgalih semakin profesional sehingga jumlah kunjungan meningkat dan manfaat ekonominya dirasakan masyarakat sekitar.
“Harapannya memang ke depan wisata Wotgalih ini bisa tambah maju, sehingga bisa ada dampak positif untuk perekonomian masyarakat di sekitarnya,” kata Khusnul.
Ia mengakui kebutuhan pengembangan fasilitas di Wotgalih masih cukup banyak. Aspirasi masyarakat terus disampaikan, tetapi kemampuan dukungan saat ini masih terbatas pada bantuan yang telah direalisasikan.
“Kalau permintaan masyarakat sih banyak. Cuma kita sementara hanya bisa memberi itu saja. Insya Allah kalau dampaknya bagus,” ujarnya.
Karena itu, pengembangan Wotgalih tidak berhenti pada pembangunan kolam renang. Pengelolaan yang solid, lingkungan yang bersih dan tertib, serta keterlibatan masyarakat menjadi modal penting agar desa wisata tersebut mampu berkembang dan menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi warga.












