Edu-Life & Sportꦧꦸꦢꦪ

Pasangan Penari Ibu Anak Raih Prestasi lewat Tari Tradisional

Penulis: NabilEditor: Ayn
×

Pasangan Penari Ibu Anak Raih Prestasi lewat Tari Tradisional

Sebarkan artikel ini
Dwi Wahyu W bersama sang buah hati, Aulia Zahra Putri, tampil kompak membawakan tarian tradisional "Gelipang".
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Kecintaan terhadap tari tradisional menjadi ruang bagi ibu dan anak untuk tumbuh bersama sekaligus melestarikan budaya. Dwi Wahyu W, perempuan asal Tuban yang kini menetap di Surabaya, mendampingi putrinya, Aulia Zahra Putri, mengembangkan bakat menari hingga meraih sejumlah prestasi dalam lomba tari tunggal sepanjang 2025–2026.

Aulia, yang lahir di Surabaya pada 14 September 2014, baru sekitar satu tahun belajar di Sanggar ST. Praning Gandewi di bawah bimbingan Maharani. Meski terbilang masih baru, ia telah menunjukkan perkembangan melalui berbagai kompetisi yang diikutinya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dwi mengaku semula hanya ingin memberikan ruang bagi putrinya untuk menyalurkan bakat. Namun, hasil yang diperoleh Aulia selama setahun berlatih melampaui harapannya.

“Jujur, awalnya saya sebenarnya hanya ingin menyalurkan bakat anak saya dan tidak menyangka saja selalu menang dalam lomba tari. Meskipun belum berada di tingkat teratas, tapi bagi saya ini sudah membawakan hasil yang luar biasa selama setahun belajar menari,” ungkap Dwi Wahyu dalam keterangannya yang diterima, Kamis (29/10/2026).

Dukungan Dwi tidak berhenti pada pendampingan saat latihan dan perlombaan. Ia juga ikut tampil bersama putrinya dalam dua kesempatan, yakni perayaan Agustusan di tingkat RW dan sebuah acara khusus yang digelar baru-baru ini.

Kolaborasi Ibu dan Anak di Panggung

Penampilan bersama tersebut menjadi pengalaman berharga bagi keduanya. Kolaborasi lintas generasi itu menghadirkan sajian berbeda yang menarik perhatian penonton. Keduanya bahkan dinobatkan sebagai salah satu penampil terbaik dalam acara tersebut.

Bagi Dwi, kesempatan menari bersama anak kandungnya menghadirkan kebahagiaan sekaligus kebanggaan. Selain mempererat hubungan ibu dan anak, pengalaman itu menjadi cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni tradisional melalui praktik langsung.

Baca Juga  FLS3N 2026 Jadi Panggung Talenta dan Budaya Murid

Meski bangga atas pencapaian putrinya, Dwi berharap Aulia tidak cepat berpuas diri. Ia ingin anaknya terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan tetap rendah hati dalam menghadapi keberhasilan.

“Harapan saya kepada anak saya supaya bisa belajar lebih giat lagi dan tidak gampang sombong dengan hasil yang dia dapat saat ini,” pesannya.

Berharap Tari Tradisional Terus Berkembang

Dwi juga menaruh perhatian pada keberlanjutan seni tari tradisional di tengah maraknya tarian modern. Ia berharap muncul kreasi-kreasi baru yang tetap berakar pada budaya Indonesia, disertai regenerasi penari muda agar kesenian tradisional tetap diminati lintas generasi.

Menurutnya, dukungan keluarga, sanggar, dan lingkungan menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal serta mengembangkan kemampuan seni sejak dini.

Perjalanan Aulia dan Dwi menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Melalui latihan, kompetisi, dan kolaborasi di panggung, kecintaan terhadap tari tradisional dapat diwariskan sekaligus dikembangkan mengikuti zaman.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Menelusuri Jejak Peradaban Kuno Temuan artefak dapat membantu mengungkap aktivitas manusia pada masa lampau, tetapi nilai buktinya bergantung pada konteks…