EkbisJogja

Baitul Wakaf Kembangkan Wakaf Produktif Pisang Cavendish, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

×

Baitul Wakaf Kembangkan Wakaf Produktif Pisang Cavendish, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Yogyakarta, Jatim Mandiri – Baitul Wakaf bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH), Hidayatullah, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggagas program Wakaf Produktif Pisang Cavendish sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan aset wakaf yang lebih produktif.

Program perdana tersebut akan dikembangkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Selain menjadi proyek percontohan, model pengelolaan ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai daerah melalui kolaborasi antarlembaga pengelola wakaf.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Direktur Baitul Wakaf Tian Gusti Lasepa mengatakan Indonesia memiliki potensi aset wakaf yang sangat besar, namun sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif.

“Kami ingin mengubah aset wakaf yang selama ini belum optimal menjadi sumber pangan, penguatan ekonomi, dan manfaat berkelanjutan bagi umat,” ujarnya di Yogyakarta, Kamis (30/7).

Menurut Tian, pemahaman masyarakat mengenai wakaf masih identik dengan pembangunan masjid, makam, dan madrasah. Padahal, wakaf juga dapat menjadi instrumen ekonomi yang mampu menghasilkan manfaat secara berkelanjutan.

Ia menyebut Baitul Wakaf sebelumnya telah mengembangkan sejumlah program serupa, seperti peternakan wakaf di Kendari dan Bogor, wakaf sawah produktif di Bekasi, hingga greenhouse melon premium di Bogor.

Sementara itu, Ketua Divisi Pusat Kajian dan Transformasi Digital Badan Wakaf Indonesia Arief Rohman Yulianto mengungkapkan Indonesia memiliki sekitar 500 ribu titik aset wakaf dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp1.478 triliun.

Menurutnya, apabila aset tersebut mampu menghasilkan manfaat sekitar 10 persen setiap tahun, potensi manfaat ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat mencapai sekitar Rp147 triliun. Namun hingga kini, realisasi manfaat ekonomi wakaf baru berada di kisaran Rp360 miliar.

Karena itu, Arief menilai pengembangan wakaf produktif harus dilakukan melalui kerja sama berbagai lembaga agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga  Astra Gelar Roadshow SATU Indonesia Awards 2026 di Banyuwangi, Dorong Anak Muda Jadi Agen Perubahan

“Kita harus membangun ekosistem wakaf produktif bersama agar manfaatnya semakin besar,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Hidayatullah DIY–Jawa Tengah Bagian Selatan Abdul Munir menambahkan, tantangan terbesar dalam pengembangan wakaf produktif saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mengelola aset secara profesional.

Ia menilai masih banyak aset wakaf berupa lahan kosong, kandang, maupun kios yang belum dimanfaatkan secara optimal karena minimnya pengelola yang memiliki kompetensi.

“Yang dibutuhkan adalah tim yang mampu mengelolanya secara profesional sehingga amanah masyarakat benar-benar menghasilkan manfaat,” ujarnya.

Melalui program Wakaf Produktif Pisang Cavendish, Baitul Wakaf berharap aset wakaf tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *