EkbisJogja

BPBD Gunungkidul Siapkan Dana Darurat BTT Jika Anggaran Bantuan Air Bersih Habis

×

BPBD Gunungkidul Siapkan Dana Darurat BTT Jika Anggaran Bantuan Air Bersih Habis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gunungkidul, Jatim Mandiri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menyiapkan skema pendanaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah antisipasi apabila anggaran bantuan distribusi air bersih tahun 2026 habis sebelum musim kemarau berakhir.

Langkah tersebut disiapkan agar kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah terdampak kekeringan tetap dapat terpenuhi. Tahun ini, BPBD Gunungkidul mengalokasikan anggaran sebesar Rp346 juta untuk program distribusi air bersih, meningkat dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp300 juta.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan anggaran tersebut setara dengan penyediaan sekitar 800 tangki air bersih. Hingga akhir Juli, sebanyak 160 tangki telah didistribusikan ke sejumlah wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih.

“Anggaran tahun ini mengalami peningkatan ketimbang tahun lalu yang senilai Rp300 juta,” ujar Purwono, Kamis (30/7).

Distribusi bantuan telah menjangkau sejumlah kapanewon yang menjadi langganan kekeringan, di antaranya Rongkop, Tepus, Wonosari, Panggang, dan Saptosari. Meski demikian, BPBD memperkirakan anggaran yang tersedia hanya mampu menopang kebutuhan distribusi hingga sekitar pertengahan September.

Karena itu, sebelum anggaran habis, BPBD akan mengajukan tambahan pendanaan melalui mekanisme BTT agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.

“Jadi sebelum anggarannya habis akan kita siapkan usulan BTT untuk dropping air bersih,” katanya.

Purwono juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar segera mengajukan permohonan melalui pemerintah kalurahan. Surat permohonan harus dilengkapi dengan data kebutuhan air, lokasi terdampak, jumlah kepala keluarga, serta jumlah warga yang membutuhkan, kemudian diketahui oleh panewu setempat.

Setelah permohonan diterima, BPBD akan melakukan asesmen lapangan untuk memastikan tingkat kebutuhan di wilayah tersebut. Jika hasil verifikasi dinyatakan valid, bantuan distribusi air bersih akan segera dijadwalkan.

Baca Juga  Polres Trenggalek Tingkatkan Patroli Kawasan Hutan, Kerahkan 157 Bhabinkamtibmas Cegah Karhutla

BPBD berharap mekanisme tersebut dapat memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sekaligus menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama puncak musim kemarau berlangsung.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *