Ekbis

Apindo Optimistis Industri Kian Pulih

×

Apindo Optimistis Industri Kian Pulih

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (5/08), mengatakan kinerja pertumbuhan ekonomi pada triwulan II merupakan capaian yang positif dan perlu dipertahankan hingga akhir tahun. Apindo berharap pertumbuhan ekonomi pada trimwulan II-2026 yang capai 5,29 persen yoy dapat memulihkan penguatan industri.

Menurut Shinta, industri mengalami tantangan yang relatif berat pada triwulan II akibat konflik Selat Hormuz yang menyebabkan kenaikan harga energi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga menambah tekanan industri karena meningkatkan beban biaya produksi dan bahan baku impor.

Tekanan lain juga berasal dari permintaan ekspor dr berbagai negara rekan dagang Indonesia karena konflik geopolitik turut menyebabkan penurunan daya beli di sejumlah negara yang mengalami “shock” harga migas lebih dalam dibandingkan Indonesia.

Isu perdagangan seperti investigasi Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia dan perlambatan permintaan karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi tantangan bagi industri sektor riil pada triwulan II.

Shinta mengatakan berbagai tantangan tersebut membuat ekspansi kegiatan usaha relatif belum optimal.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Shinta berpendapat momentum pertumbuhan pada triwulan II perlu dijaga agar perekonomian ke depan makin solid.

“Dan lebih eksponensial untuk mendongkrak dan membalikkan tren industri yang sifatnya lebih defensif atau masih mengalami tekanan terhadap kondisi-kondisi yang ada,” tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebesar 5,29 persen (yoy) pada triwulan II 2026 terutama ditopang oleh industri manufaktur atau pengolahan dari sisi lapangan usaha, serta konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan atau manufaktur menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu sebesar 0,90 persen, didukung pertumbuhan sektor tersebut sebesar 4,52 persen (yoy) dan pangsa atau kontribusi terhadap PDB sebesar 18,50 persen.

Baca Juga  Ekonom Unair Minta Pengawasan Ketat PFII agar Tak Berubah Jadi Surga Penghindaran Pajak

Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha perdagangan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,83 persen, konstruksi dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi (infokom) dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,48 persen.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (5/8/2026) di zona hijau, didorong menguatnya mayoritas bursa saham…

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memperkuat sinergi penyelesaian…

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Kekhawatiran terhadap pengawasan pajak masih menjadi alasan utama banyak pelaku usaha mikro enggan memaksimalkan penggunaan pembayaran digital….

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id –  Mulai Senin (3/08), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan sistem notasi khusus baru pada kode saham…