Ekbis

Perempuan Jadi Motor UMKM Surabaya

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Perempuan Jadi Motor UMKM Surabaya

Sebarkan artikel ini
: Pembukaan kegiatan oleh perwakilan Mercy Corps, DBS Foundation, Asisten Walikota dan Dinas Koperasi kota Surabaya (Ade Soekadis, Paulus Pranajaya, Anna Fajriatin, Mia Santi Dewi)
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya mulai diarahkan untuk memperkuat kemampuan mengelola keuangan dan memanfaatkan teknologi digital. Langkah ini dinilai penting agar usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan meningkatkan omzet.

Penguatan kapasitas tersebut menjadi fokus Learning Event Financial Inclusion for Women Entrepreneurs yang digelar Yayasan Mercy Corps Indonesia bersama DBS Foundation di Surabaya, pada Rabu (30/9) di Santika Hotel Surabaya.
Kegiatan diikuti ratusan pelaku UMKM serta perwakilan Pemkot Surabaya, regulator, perbankan, asosiasi, dan fasilitator program. Made, salah satu peserta yang antusias dapat hadir di acara ini mengaku bangga dengan pencapaiannya saat ini. Berawal dari mengikuti kelas Barto&Friends untuk mendapat pendampingan memulai usaha, Made membuat sate lilit khas Bali yang kini berhasil membuka warung makan dine in. “Semula saya tidak menyangka di titik ini, karena dulu saya cuma open PO, setelah ikut kelas UMKM, produk saya sudah dikenal luas dan bisa buka dine in,” jelas pemilik brand Betutu Ny.Made kepada Jatim Mandiri koran saat ditemui di sela acara.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
Made, pemiliki brand Betutu Ny.Made yang menjadi salah satu peserta di acara bergengsi tersebut.

Perwakilan Mercy Corps Indonesia, Ade, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat kesehatan dan ketahanan usaha perempuan. Hingga saat ini, lebih dari 6.000 perempuan pelaku UMKM di Surabaya telah mendapat pendampingan dari target 40.000 peserta secara nasional di Surabaya, Medan, dan Semarang.

“Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan serta kesehatan usaha pelaku UMKM perempuan di Surabaya. Hingga saat ini, program telah mendampingi lebih dari 6.000 perempuan pelaku usaha di Kota Surabaya dari total target 40.000 peserta secara nasional di Surabaya, Medan, dan Semarang,” ungkap Ade.

Baca Juga  Wamenekraf Irene Umar Dorong Ekosistem Musik Indonesia yang Sehat agar Musisi Mampu Go Global

Pemkot Surabaya mencatat sekitar 92.000 UMKM berada di kota tersebut. Lebih dari separuh atau sekitar 55.447 UMKM dikelola perempuan. Hingga tahun pertama program, sekitar 6.300 pelaku usaha telah mendapat pendampingan.

Asisten 2 Sekretariat Daerah Kota Surabaya mengatakan pemerintah daerah siap mendukung melalui penyediaan data UMKM dan tenaga pendamping dari Dinas Koperasi. Jangkauan pendampingan diharapkan dapat diperluas dua hingga tiga kali lipat pada tahun berikutnya.

Dinas Koperasi Surabaya juga menekankan pentingnya kemampuan menghitung HPP dan memisahkan keuangan usaha dari rumah tangga. Dua kemampuan tersebut menjadi dasar agar pelaku UMKM mengetahui kondisi usaha secara riil dan tidak salah mengambil keputusan keuangan.

Selain itu, pelaku usaha didorong menjadikan media sosial sebagai kanal pemasaran dan penciptaan transaksi, bukan sekadar tempat mengonsumsi konten.

Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs berlangsung Oktober 2025 hingga September 2027 dengan target 40.000 perempuan pemilik dan pengelola UMKM. Sekitar 20 persen sasaran merupakan perempuan muda.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membuka layanan terpadu One Desk Stop Service di Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, untuk…

Ekbis

Jakarta, Jatimmandiri.id – Indonesia dan Jepang memperkuat kerja sama pengembangan pertanian regeneratif berbasis biochar. Teknologi pengolahan limbah pertanian tersebut dinilai…