Ekbis

Pemkot Surabaya Luruskan Fungsi QR Code SiBoyo di Rombong UMKM

Penulis: NabilEditor: Ayn
×

Pemkot Surabaya Luruskan Fungsi QR Code SiBoyo di Rombong UMKM

Sebarkan artikel ini
Reza Pahlevi, memberikan klarifikasi mengenai kode QR di UMKM bukanlah portal pembayaran QRIS, Rabu(21/10/2026).
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Warga Surabaya yang menemukan stiker kode QR SiBoyo di rombong pedagang kaki lima maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diminta tidak menggunakannya sebagai alat pembayaran. Kode tersebut disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengunduh aplikasi SiBoyo, platform digital yang memudahkan masyarakat membeli produk UMKM lokal secara daring.

Sekretaris Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Dinkopumindag) Kota Surabaya, Reza Pahlevi, menegaskan bahwa kode QR yang terpasang pada tempat usaha bukanlah QRIS untuk transaksi pembayaran. Kesalahpahaman muncul seiring meningkatnya penggunaan sistem pembayaran nontunai di tengah masyarakat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Bentuk yang dibilang QRIS pembayaran itu sebetulnya bukan QRIS pembayaran, tapi QR code untuk download aplikasi SiBoyo,” ujar Reza Pahlevi saat memberikan keterangan resmi, Rabu (21/10).

Melalui SiBoyo, masyarakat dapat memesan berbagai produk UMKM Surabaya secara online. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kepastian harga. Pemkot memastikan harga produk di aplikasi sama dengan harga pembelian langsung di lokasi usaha, tanpa kenaikan harga maupun biaya tambahan tersembunyi.

Untuk mendukung pengiriman pesanan, sistem logistik SiBoyo terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih melalui armada kurir internal koperasi. Skema ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perdagangan digital yang menghubungkan konsumen dengan pelaku usaha lokal.

Pemasangan stiker kode QR tersebut telah digencarkan sejak akhir Desember 2025. Pada tahap awal, program digitalisasi menjangkau delapan wilayah di Jawa Timur, termasuk sejumlah kawasan Surabaya, yakni Jajar Tunggal, Kertajaya, Mojo, dan Banyuurip.

Pengembangan platform turut melibatkan perbankan nasional, seperti Bank Mandiri, untuk mendukung kesiapan infrastruktur keuangan pelaku UMKM. Pemkot Surabaya juga menyiapkan pendampingan regulasi serta fasilitas permodalan melalui rekening khusus dengan suku bunga ringan.

Baca Juga  Takut Pajak, UMKM Mulai Jauhi QRIS

Meski sosialisasi terus dilakukan, Reza mengakui masih ada warga yang mencoba memindai stiker SiBoyo menggunakan aplikasi dompet digital atau layanan mobile banking untuk membayar belanjaan.

Karena itu, Dinkopumindag mengimbau masyarakat memahami fungsi kode tersebut sebelum menggunakannya. Warga diarahkan mengunduh aplikasi SiBoyo melalui Google Play Store resmi, bukan memindainya sebagai kode pembayaran.

Pemkot berharap pemanfaatan SiBoyo dapat memperluas akses pasar produk lokal, memudahkan transaksi pemesanan, serta menjaga keberlanjutan UMKM di tengah perkembangan perdagangan digital. Dukungan masyarakat dinilai penting agar digitalisasi tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pedagang lokal.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

80 Saham HSC Bakal Dikeluarkan dari Indeks Jakarta, Jatim Mandiri Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi rencana Morgan…