Jogja

Yogyakarta Dorong Literasi Lewat Bazar Satu Juta Buku

×

Yogyakarta Dorong Literasi Lewat Bazar Satu Juta Buku

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Yogyakarta, Jatimmandiri.id – Upaya meningkatkan minat baca masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mendapat dukungan melalui gelaran bazar buku internasional Big Bad Wolf (BBW). Lebih dari satu juta buku akan dihadirkan dalam pameran yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 3–13 September 2026.

Public Relations BBW Indonesia Andri Suharyono mengatakan jutaan buku yang disiapkan tersebut berasal dari berbagai genre. Buku-buku itu nantinya ditawarkan kepada masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Itu untuk semua genre dan juga untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Yogyakarta untuk mendapatkan buku internasional dengan harga yang terjangkau,” kata Andri di Yogyakarta, Rabu (19/8).

Menurutnya, kehadiran bazar buku tersebut tidak hanya ditujukan sebagai ajang penjualan buku. BBW juga ingin memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong munculnya pembaca-pembaca baru di Yogyakarta.

Selama ini, BBW telah menggelar delapan kali pameran dan bazar buku di Yogyakarta. Setiap penyelenggaraan mendapatkan respons cukup tinggi dari masyarakat dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 orang per hari.

“Kami di BBW menargetkan penyebaran buku dan mendatangkan pembaca baru sehingga meningkatkan angka literasi membaca di Yogyakarta,” ujarnya.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, BBW menargetkan jumlah pengunjung meningkat sekitar 5 hingga 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut tidak hanya menyasar warga Yogyakarta, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar.

Andri menyebut masyarakat dari Magelang dan Solo menjadi salah satu sasaran pengunjung karena lokasinya relatif dekat dengan Yogyakarta.

“Karena pengunjung Jogja itu bisa dari Magelang, Solo, karena Solo kita belum membuat acara di Solo,” katanya.

Ia menilai keberadaan buku fisik masih memiliki peran penting dalam meningkatkan kebiasaan membaca. Membaca buku secara langsung dinilai dapat membantu pembaca lebih fokus dalam memahami materi yang disampaikan.

Baca Juga  Bea Cukai Yogyakarta Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp910 Juta, Cegah Kerugian Negara

Menurutnya, membaca buku fisik juga dapat membantu proses mengingat informasi karena pembaca tidak berhadapan dengan berbagai gangguan yang biasanya muncul ketika menggunakan telepon seluler.

“Membaca buku fisik membantu otak merekam dan menyimpan ingatan lebih lama dibandingkan dari handphone,” ujarnya.

Sebaliknya, membaca melalui telepon seluler dinilai memiliki tantangan tersendiri karena pembaca berpotensi terdistraksi oleh berbagai aplikasi maupun informasi lain.

“Membaca di handphone rentan terdistraksi oleh iklan baju, film, hingga pinjaman online (pinjol),” katanya.

Selain menghadirkan buku, BBW juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah dan komunitas membaca. Salah satu bentuk kerja sama yang ditawarkan adalah membantu menambah koleksi buku perpustakaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kolaborasi tersebut juga terbuka dengan pemerintah daerah, meski pelaksanaannya tetap perlu menyesuaikan aturan masing-masing sekolah dan pemerintah daerah.

Dengan menghadirkan lebih dari satu juta buku, gelaran BBW di JEC diharapkan menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan bacaan sekaligus memperkuat budaya literasi di Yogyakarta.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *