KULON PROGO, Jatim Mandiri – Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dinilai akan memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek. Namun, arah stabilitas ekonomi selanjutnya lebih banyak ditentukan oleh konsistensi kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Dr. Imamudin Yuliadi mengatakan pelaku pasar akan mencermati arah kebijakan yang dibawa Menteri Keuangan baru, terutama di tengah pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
“Pasar pasti akan melihat latar belakang pergantian tersebut dan mengaitkannya dengan kebijakan pemerintah. Memang ada pengaruh terhadap pasar, tetapi sifatnya sementara,” kata Imamudin di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).
Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah menyatakan Suahasil mendapat arahan untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan APBN tetap mampu mendukung program prioritas dan menjaga stabilitas ekonomi.
Imamudin menjelaskan, kredibilitas pemerintah di mata pelaku pasar dan investor tidak semata-mata ditentukan oleh pergantian figur di kursi Menteri Keuangan. Hal yang lebih penting adalah kepastian agenda dan arah kebijakan yang akan dijalankan Suahasil.
Pasar, menurut dia, akan melihat apakah menteri baru melanjutkan kebijakan sebelumnya, melakukan koreksi, atau membawa terobosan baru dalam pengelolaan fiskal.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain reformasi perpajakan, pembenahan kepabeanan dan cukai, hingga efektivitas belanja negara.
Ia juga mengingatkan agar proses pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan tidak diikuti perubahan kebijakan secara mendadak. Perubahan yang terlalu cepat dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian baru bagi dunia usaha maupun investor.
“Siapa pun yang menjadi Menteri Keuangan harus menerjemahkan program pemerintah tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi,” ujar Imamudin.
Menurut dia, Suahasil juga menghadapi sejumlah tantangan fiskal yang perlu segera direspons. Di antaranya pengendalian inflasi dan harga energi, optimalisasi penerimaan negara, pengelolaan subsidi, serta menentukan sumber pembiayaan yang aman dan berkelanjutan.
Komunikasi pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi. Pelaku usaha dan investor membutuhkan kepastian mengenai arah kebijakan agar dapat mengambil keputusan ekonomi dengan lebih terukur.
“Dalam jangka pendek, komunikasi kebijakan yang jernih dan transparan sangat penting guna meyakinkan dunia usaha serta menjaga kepercayaan pasar terhadap disiplin fiskal pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Suahasil setelah dilantik menegaskan komitmennya menjaga APBN tetap sehat dan kredibel. Ia juga menyatakan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah batas 3 persen serta menekankan pentingnya komunikasi publik yang dapat dipercaya dalam pengelolaan keuangan negara.












