Bantul, Jatimmandiri.id — Pemerintah Kabupaten Bantul bersiap menggelar Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026 pada 4 Oktober mendatang. Sebanyak 87 calon lurah akan mengikuti kontestasi yang berlangsung di 30 kalurahan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budiraharja mengatakan seluruh calon yang akan berlaga telah resmi ditetapkan dan mendapatkan nomor urut.
“Sudah fix, jadi sudah ada nomor urut, sudah ada calonnya,” kata Agus, Rabu (23/9).
Kalurahan Patalan menjadi wilayah dengan jumlah pendaftar terbanyak. Sebanyak tujuh orang sebelumnya mendaftarkan diri sebagai bakal calon lurah. Namun, setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan pembobotan, hanya lima orang yang ditetapkan sebagai calon.
“Kalurahan Patalan itu kemarin yang daftar tujuh. Terus kan regulasinya ada seleksi administrasi dan pembobotan untuk dipilih lima karena maksimal yang dibawa ke bilik suara itu lima,” ujarnya.
Agus mengimbau masyarakat tetap menjaga kerukunan selama pesta demokrasi tingkat kalurahan berlangsung. Perbedaan pilihan diharapkan tidak menimbulkan perpecahan maupun permusuhan antarmasyarakat.
“Jangan ciderai dengan memilih pemimpin itu justru malah kita bercerai-berai, malah kita bermusuhan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Bantul Afif Umahatun mengatakan dari 30 kalurahan yang menyelenggarakan Pilur, sebanyak 24 lurah petahana kembali mencalonkan diri.
Enam lurah yang tidak kembali maju berasal dari Kalurahan Poncosari, Argorejo, Srihardono, Mangunan, Dlingo, dan Parangtritis.
Pemkab Bantul juga telah melakukan pemetaan untuk memitigasi potensi konflik selama tahapan Pilur, termasuk di wilayah yang memiliki calon dari unsur petahana.
“Potensi-potensi kerawanan kaitan karena masih aktif di pemerintahan, dimungkinkan bisa menjadi problem juga, sehingga ini dilakukan mitigasi risiko,” kata Afif.
Pilur Serentak 2026 akan berlangsung di 30 dari total 75 kalurahan di Kabupaten Bantul dan mencakup 375 padukuhan. Jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 304.045 orang.












