Nganjuk, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mempertegas komitmennya dalam mengikis angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sentuhan bantuan tersebut kali ini dirasakan langsung oleh dua keluarga penerima manfaat.
Yakni, keluarga Didik Hantoro di Desa Tempelwetan dan keluarga Kaswadi di Desa Macanan.
Masing-masing keluarga mengantongi stimulan senilai Rp20 juta guna menggejot rehabilitasi total hunian mereka agar menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak yang masih menempuh pendidikan.
Program kemanusiaan ini lahir dari sinergi kuat lintas sektor antara Pemkab Nganjuk, Baznas Kabupaten Nganjuk, serta dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Irfai Berkah Sejahtera.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, turun langsung meninjau penyerahan bantuan dan memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis tersebut.
“Kedua keluarga ini adalah keluarga hebat yang pantas mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman. Rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat bertumbuhnya harapan dan masa depan keluarga. Terima kasih kepada Baznas dan PT Irfai Berkah Sejahtera yang telah berbagi kebaikan bersama pemerintah daerah,” ujar pria yang karib disapa Kang Marhaen di hadapan awak media, Kamis (27/8/2026).
Kang Marhaen berharap intervensi bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi kedua keluarga sekaligus memantik semangat baru untuk meraih taraf hidup yang lebih baik. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat aksi kepedulian sosial.
“Kebaikan yang kita berikan hari ini akan menjadi berkah bagi kita semua. Semoga rumah yang baru ini menjadi rumah yang penuh kebahagiaan dan keberkahan bagi Bapak Didik Hantoro, Bapak Kaswadi beserta keluarga,” tambahnya.
Proses pengerjaan hunian baru ini ditargetkan tuntas dalam waktu dekat agar segera dapat dihuni secara layak.
Momentum ini sekaligus mempertegas pesan penting Kang Marhaen bagi publik bahwa kunci utama percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan terletak pada gotong royong dan sinergi.
“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif dunia usaha dan kepedulian masyarakat luas,” tuntasnya.












