Jatim

PO Perkuat Soliditas dalam Peringatan 27 Agustus

×

PO Perkuat Soliditas dalam Peringatan 27 Agustus

Sebarkan artikel ini
Suasana renungan dan doa bersama dalam rangka peringatan berdirinya PO di Lumajang.
Example 468x60

Lumajang,  Jatimmandiri.id-  Kabupaten Lumajang kembali menjadi titik penting bagi warga organisasi PO (Pencak Organisasi) dalam memperingati hari berdirinya organisasi yang jatuh setiap 27 Agustus.

Tahun ini, peringatan tidak hanya diisi dengan kegiatan penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga dirangkai dengan pelantikan pengurus pusat dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertama periode 2026-2030.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil dan doa bersama, kemudian dilanjutkan tabur bunga di makam almarhum Imam Suja’i. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok yang dinilai memiliki bagian penting dalam perjalanan berdirinya PO.

Sekjen PO Bukasan mengatakan, kegiatan di Lumajang dihadiri sejumlah pengurus ranting dan cabang, terutama dari wilayah Kabupaten Lumajang. Kehadiran warga PO tersebut juga beriringan dengan pelaksanaan agenda kejuaraan provinsi yang berlangsung di daerah tersebut.

Menurut Bukasan, peringatan 27 Agustus memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda tahunan. Momentum itu diharapkan menjaga ingatan warga PO terhadap sejarah organisasi, nilai perjuangan, serta sumpah janji yang menjadi landasan bersama.

“Yang kita inginkan, warga PO memiliki ingatan bahwa pendiri PO dan berdirinya PO pada tanggal 27 di Lumajang. Jadi harus diperingati dengan renungan serta doa bersama,” lanjutnya.

Karena PO didirikan di Kabupaten Lumajang, Bukasan berharap tradisi renungan dan doa bersama dapat dilakukan secara serentak di berbagai daerah setiap tanggal 27.

Ia menilai kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga komitmen anggota terhadap kebesaran organisasi. Setiap aktivitas warga PO diharapkan tetap berada dalam koridor sumpah janji organisasi dan mengikuti kebijakan pengurus pusat.

“Artinya instruksinya satu komando dari pengurus pusat. Apa yang dilakukan mendasari sumpah janji PO dan instruksi pengurus pusat. Jadi tidak liar dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Lamongan: MATRA Jadi Mitra Strategis Perkuat Karakter SDM dan Lestarikan Budaya

Namun, tidak semua pengurus maupun warga PO dapat hadir secara langsung dalam peringatan di Lumajang. Sebagian berhalangan karena 27 Agustus bertepatan dengan hari kerja. Sejumlah warga PO diketahui bekerja di lingkungan birokrasi dan ada pula yang beraktivitas sebagai anggota parlemen.

Di tengah rangkaian peringatan, pengurus PO dari sejumlah daerah juga mulai tiba di Lumajang. Bukasan menyebut pengurus dari Surabaya dan Sidoarjo telah hadir. Kehadiran mereka sekaligus berkaitan dengan pelaksanaan Rakernas pertama kepengurusan pusat periode 2026-2030.

Setelah tahlil, doa bersama, dan tabur bunga, kegiatan berlanjut ke GOR untuk pelantikan pengurus pusat PO periode 2026-2030.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi nasional kepengurusan baru. Rakernas pertama dijadwalkan menjadi ruang untuk menyatukan langkah, membahas arah organisasi, serta memastikan program kerja berjalan sesuai garis kebijakan pengurus pusat.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, peringatan 27 Agustus diharapkan tidak berhenti sebagai refleksi sejarah. Momentum itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat soliditas warga PO, menjaga sumpah janji organisasi, dan memastikan seluruh jajaran bergerak terarah dalam satu komando di bawah kepengurusan pusat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Perwakilan warga dan sekolah di Kaliwaron, Surabaya, berencana mengajukan rapat dengar pendapat kepada DPRD Kota Surabaya untuk…

Semeru
Berita

Lumajang, Jatim Mandiri Sebanyak 170 pendaki Gunung Semeru dipastikan aman saat dievakuasi dari Ranu Kumbolo, Kabupaten Lumajang, Kamis (27/8), menyusul…