BeritaDalam NegeriJatim

Mekanisme Pemilihan Belum Diputuskan

×

Mekanisme Pemilihan Belum Diputuskan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Muktamar NU Resmi Dibuka

Jombang, Jatim Mandiri

Presiden Prabowo Subianto membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama dengan memukul bedug di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8). Forum tertinggi NU itu akan membahas arah organisasi dan isu kebangsaan, termasuk pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Kamis, 27 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi membuka Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” kata Prabowo. Presiden kemudian memukul bedug sebagai tanda dimulainya Muktamar. Seusai prosesi, Rais Syuriyah PBNU KH Ali Akbar Marbun mengalungkan serban hijau kepada Prabowo.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan penghormatan terhadap peran NU dalam perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, serta mendukung kehidupan beragama yang damai.

“Ini kehormatan besar bagi saya. Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah dan sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Prabowo mencontohkan lagu “Syubbanul Wathan” ciptaan KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai salah satu bukti tumbuhnya semangat kebangsaan di lingkungan NU sebelum Indonesia merdeka.

Menurut dia, cita-cita para pendiri NU ialah membangkitkan bangsa Indonesia agar dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. NU juga dinilai terus berperan dalam menjaga stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa.

“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah,” ujarnya.

Muktamar berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Forum permusyawaratan tertinggi NU itu menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan arah organisasi dalam menghadapi tantangan keumatan, kebangsaan, dan perkembangan zaman.

Salah satu agenda penting ialah penetapan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Sekretaris Steering Committee Muktamar Mohammad Nuh menegaskan, tidak ada panitia khusus yang membuka pendaftaran calon Ketua Umum.

Baca Juga  Muktamar ke-35 NU, Taufiq Dukung Gus Salam Jadi Khodim

“Di sini tidak ada panitia pendaftaran untuk para calon. Sebagai Steering Committee, saya tidak punya kewenangan untuk menjawab ataupun mengonfirmasi urusan calon-calon itu,” katanya menjelang pembukaan.

Karena itu, pernyataan kesiapan tokoh, dorongan organisasi, dan klaim dukungan yang berkembang belum tentu sama dengan penetapan calon melalui mekanisme Muktamar. Status dan persyaratan akhir calon bergantung pada tata tertib yang disepakati peserta.

Berdasarkan jadwal resmi PBNU, tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum akan disahkan dalam Sidang Pleno IV, Sabtu (29/8). Pemilihan sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), penetapan Rais Aam, dan pemilihan Ketua Umum dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam.

Rais Aam memimpin unsur Syuriyah, sedangkan Ketua Umum memimpin Tanfidziyah yang menjalankan kebijakan organisasi.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla sebelumnya menyebut dua opsi mekanisme pemilihan Ketua Umum. Opsi pertama mempertahankan pemilihan langsung oleh muktamirin, sedangkan opsi lain memberikan peran penentuan kepada Rais Aam terpilih.

Sejumlah tokoh telah menyatakan kesiapan maju, antara lain Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, serta KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

Menteri Agama KH Nasaruddin Umar mengaku menerima dorongan dari sejumlah tokoh NU, tetapi menegaskan belum pernah mendeklarasikan diri sebagai calon. Kepastian kandidat tetap menunggu mekanisme resmi Muktamar.

Panitia telah menetapkan daftar pemilih tetap sebanyak 557 dari 590 pemilik suara potensial atau sekitar 97 persen. Jumlah tersebut dinyatakan telah memenuhi kuorum.

Pembukaan turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pimpinan PBNU, sejumlah menteri, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta mantan wakil presiden Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin. (*ant/ibn)

Baca Juga  Kisah Haru Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Bali, Prabowo Dinilai Buka Jalan Masa Depan Anak-anak

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Basha Market PARADIS yang berkolaborasi dengan Livin’ by Mandiri dan Visa menghadirkan produk fashion, kuliner, perawatan kulit,…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Perwakilan warga dan sekolah di Kaliwaron, Surabaya, berencana mengajukan rapat dengar pendapat kepada DPRD Kota Surabaya untuk…