Jakarta, Jatim Mandiri
Tiga atlet panjat tebing Indonesia menembus tiga besar peringkat dunia 2026, seiring pencapaian hasil akumulasi poin kejuaraan internasional World Climbing sepanjang 2026. Mereka adalah Putra Tri Ramadani, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Antasyafi Robby Al Hilmi yang kini berpeluang mengibarkan Merah Putih di Olimpiade Los Angeles 2028.
“Ini hasil kerja keras bersama mulai dari pengurus, pelatih, manajemen, atlet juga, serta para stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mewujudkan semua itu,” ujar Galar, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (27/10).
Putra Tri Ramadani, yang dikenal sebagai Srondeng, menempati peringkat kedua dunia kategori lead putra dengan 3.370 poin. Posisi pertama ditempati Neo Suzuki dari Jepang dengan 4.405 poin, sedangkan Alberto Gines Lopez dari Spanyol berada di urutan ketiga dengan 3.340 poin.
Di kategori speed putri, Desak Made menduduki peringkat kedua dengan 3.370 poin. Emma Hunt dari Amerika Serikat memimpin dengan 3.656 poin, diikuti Polina Khalkevych dari Ukraina dengan 3.075 poin.
Sedangkan, Antasyafi Robby Al Hilmi di peringkat ketiga dunia speed putra dengan 3.426 poin. Ryo Omasa dari Jepang berada di posisi pertama dengan 3.600 poin, dan Yicheng Zhao dari China dengan 3.485 poin. Atlet Indonesia lainnya, Raharjati Nursamsa, menempati peringkat keempat dengan 3.005 poin.
Galar menegaskan, tim tidak ingin cepat berpuas diri karena tantangan berikutnya semakin besar. “Tahun 2027 kami punya pekerjaan besar yaitu harus meloloskan atlet-atlet Indonesia untuk merebut kuota ke Olimpiade LA 2028,” ujarnya.
Di sisi lain, Desak Made mengaku senang menikmati rangkaian kompetisi sepanjang 2026. Atlet asal Bali itu bertekad terus meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan yang semakin ketat. “Saya berharap bisa terus membela Indonesia di kompetisi internasional dan tujuan utamanya adalah bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028 dan meraih emas disana,” tutur Desak. (*/ibn)












