BeritaBerita DaerahDaerahJatim

Hujan Turun, Emil Sebut OMC Berhasil

Editor: ibn
×

Hujan Turun, Emil Sebut OMC Berhasil

Sebarkan artikel ini
Hujan mulai mengguyur kawasan Surabaya mulai Senin malam (26/10) dan Selasa (27/10). Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyebut turunnya hujan sebagai perkembangan positif upaya OMC.   Istimewa
Example 468x60

Surabaya, Jatim Mandiri

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Pemprov Jatim bersama BNPB dan BMKG Juanda disebut mulai menunjukkan hasil dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah, termasuk Surabaya, Malang, Pasuruan, Mojokerto, dan Sidoarjo. Upaya ini dilakukan untuk membantu mengatasi kekeringan sekaligus mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Jatim.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, hujan yang mulai turun menjadi perkembangan positif dalam penanganan karhutla. Namun, keberhasilan OMC bergantung pada kondisi awan yang dapat disemai.

“Alhamdulillah OMC sudah mulai kelihatan ada hasilnya, karena sebelumnya belum semua OMC berhasil karena tergantung awannya ini betul-betul bisa disemai atau tidak,” ujar Emil, Selasa (27/10).

OMC berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (24–25/10). Dalam operasi tersebut, pesawat Cessna Caravan yang dioperasikan BNPB menyemai satu ton garam atau natrium klorida (NaCl) ke atmosfer untuk mendukung pembentukan hujan.

Selain OMC, Pemprov Jatim memperkuat pemadaman melalui helikopter water bombing. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BNPB mengupayakan dukungan armada udara untuk menjangkau titik-titik api, termasuk yang sulit diakses petugas darat.

“Bukan saja untuk karhutla, tetapi Ibu Gubernur dan Kepala BNPB juga berupaya memadamkan titik-titik api sekecil apa pun,” kata Emil.

Di sisi lain, Khofifah meninjau kawasan Gunung Arjuno untuk memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi para petugas yang mengupayakan pemadaman karhutla. Dukungan pemulihan psikologis turut disiapkan bagi petugas yang mengalami situasi traumatis, termasuk melalui layanan trauma healing dan dukungan psikososial di kawasan Bromo Tengger Semeru.

Pemprov Jatim juga mengingatkan pentingnya pembatasan aktivitas di kawasan rawan kebakaran, termasuk jalur pendakian. Emil menegaskan penutupan perlu dilakukan jika kondisi dinilai berbahaya. “Untuk yang rawan, ya pendakian ditutup dulu,” tandasnya.

Baca Juga  GAYATRI Berjalan, KPM Keluhkan Mahalnya Pakan Ayam, Pemkab Bojonegoro Diminta Perkuat Pendampingan dan Akses Pakan

Pemerintah berharap kombinasi OMC, pemadaman udara, perlindungan personel, dan pembatasan aktivitas di kawasan berisiko dapat membantu mengendalikan kebakaran serta mencegah jatuhnya korban. (*/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Pemerintah membuka peluang memperluas penindakan tindak pidana korupsi di sektor swasta tanpa keterlibatan penyelenggara negara melalui revisi…