Surabaya, Jatim Mandiri
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Pemprov Jatim bersama BNPB dan BMKG Juanda disebut mulai menunjukkan hasil dengan turunnya hujan di sejumlah wilayah, termasuk Surabaya, Malang, Pasuruan, Mojokerto, dan Sidoarjo. Upaya ini dilakukan untuk membantu mengatasi kekeringan sekaligus mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Jatim.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, hujan yang mulai turun menjadi perkembangan positif dalam penanganan karhutla. Namun, keberhasilan OMC bergantung pada kondisi awan yang dapat disemai.
“Alhamdulillah OMC sudah mulai kelihatan ada hasilnya, karena sebelumnya belum semua OMC berhasil karena tergantung awannya ini betul-betul bisa disemai atau tidak,” ujar Emil, Selasa (27/10).
OMC berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (24–25/10). Dalam operasi tersebut, pesawat Cessna Caravan yang dioperasikan BNPB menyemai satu ton garam atau natrium klorida (NaCl) ke atmosfer untuk mendukung pembentukan hujan.
Selain OMC, Pemprov Jatim memperkuat pemadaman melalui helikopter water bombing. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BNPB mengupayakan dukungan armada udara untuk menjangkau titik-titik api, termasuk yang sulit diakses petugas darat.
“Bukan saja untuk karhutla, tetapi Ibu Gubernur dan Kepala BNPB juga berupaya memadamkan titik-titik api sekecil apa pun,” kata Emil.
Di sisi lain, Khofifah meninjau kawasan Gunung Arjuno untuk memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi para petugas yang mengupayakan pemadaman karhutla. Dukungan pemulihan psikologis turut disiapkan bagi petugas yang mengalami situasi traumatis, termasuk melalui layanan trauma healing dan dukungan psikososial di kawasan Bromo Tengger Semeru.
Pemprov Jatim juga mengingatkan pentingnya pembatasan aktivitas di kawasan rawan kebakaran, termasuk jalur pendakian. Emil menegaskan penutupan perlu dilakukan jika kondisi dinilai berbahaya. “Untuk yang rawan, ya pendakian ditutup dulu,” tandasnya.
Pemerintah berharap kombinasi OMC, pemadaman udara, perlindungan personel, dan pembatasan aktivitas di kawasan berisiko dapat membantu mengendalikan kebakaran serta mencegah jatuhnya korban. (*/ibn)












